Waspadai, Ada Oknum Yang Mengaku Sebagai Kapolres Bojonegoro dan Meminta Ditarnsfer Sejumlah Uang

109

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Pemberitaan yang ditulis di sebuah media online, tentang ada seorang warga di wilayah Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang menerima pesan Whatshapp (WA) mengatasnamakan Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si dan meminta ditarnsfer sejumlah uang.

Dalam pesan via WA itu, oknum yang mengaku sebagai Kapolres Bojonegoro itu menawarkan agar yang bersangkutan mengikuti lelang mobil yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL). Guna mengikuti kegiatan lelang tersebut, pelaku meminta untuk mentransfer sejumlah uang, Senin tanggal 04 Februari 2019 lalu.

Menanggapi hal itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si. hari Selasa (5/2/2018) sore, kepada para awak media membantah bahwa dirinya tidak pernah mengirim pesan melalui Whatshapp kepada seorang warga Trucuk dimaksud.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke kantor Polisi terdekat jika mengalami hal serupa sekaligus mengklarifikasi kebenaran pesan agar tak terkena kasus penipuan dengan mengatasnamakan orang nomor satu di Jajaran Polres Bojonegoro itu.

“Masyarakat agar berhati-hati terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai kapolres atau pejabat tertentu dan meminta ditransfer sejumlah uang, sebab itu jelas modus penipuan,” pesan Kapolres.

Sementara itu, Kanit IV Sat Reskrim Polres Bojonegoro Ipda Fahmi Noor Adly yang diperintahkan oleh Kapolres Bojonegoro untuk menyelidiki hal tersebut mengungkapkan bahwa orang yang mengaku sebagai Kapolres Bojonegoro, dan meminta transfer sejumlah uang tersebut dipastikan bukanlah Kapolres Bojonegoro.

“Saya sudah memastikan bahwa orang yang mengaku sebagai Kapolres itu bukanlah Kapolres Bojonegoro, bahkan dia bukan orang Bojonegoro sini,” ungkap Fahmi Noor Adly.

Ditambahkan, melihat dari nomor yang dipakai pelaku itu, dimungkinkan pelakunya adalah orang luar Jawa yaitu dari wilayah Sumatra Utara. Sehingga jelas, pelaku yang mengaku sebagai kapolres itu, tujuanya untuk memperoleh sejumlah uang dengan modus penipuan dengan mengatasnamakan Kapolres Bojonegoro itu.

**(Kis/Red).

Loading...