Warga Mataram Pingsan Saat Gempa Guncang NTB

36

JAKARTA – Sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan pingsan akibat dikejutkan gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter, Minggu (6/8/2018), pukul 18.46 Wita.

Seperti dikutip Antara, getaran gempa sangat dirasakan warga selama satu hingga dua menit.

“Gempa kali ini seperti gelombang,” kata seorang Oji.

Gempa 7,0 SR berpusat di 8,3 lintang selatan, 116,48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 18 kilometer.

Ia menambahkan gempa yang terjadi kali ini, lebih kencang terasa dibandingkan dengan gempa pada akhir Juli 2018 yang berkekuatan 6,4 SR.

Baca juga: https://rakyatindependen.co.id/gempa-dahsyat-hari-ini-serang-mentawai-dan-lombok-berpotensi-tsunami/

Dia mengatakan setelah gempa, listrik padam dan merusak sejumlah bangunan. “Kaca-kaca hotel di Mataram ada yang pecah,” katanya.

“Suasana lebih mencekam dari sebelumnya. Pesawat saya yang belum ‘take off’ juga sampai agak goyang.

BMKG telah mengeluarkan dini tsunami usai gempa. Potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai.

“Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan,” katanya.

Kata Sutopo, kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. “Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI,” katanya.

Sumber: CNN Indonesia

Loading...
Comments
Loading...