Warga Desa Golokan, Sidayu, Digegerkan Adanya Temuan Mayat di Semak-semak Yang Sudah Mengering,

0 503

GRESIK (RAKYAT INDEPENDEN) – Warga di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa timur, dikejutkan dengan adanya temuan sesosok mayat yang ada di kebun yang penuh dengan semak-semak, Selasa (11/9/2018) sekira pukul 13:00 wib.

Temuan jasad korban itu disampaikan ke warga sekitar, dan laporan dilanjutkan ke Mapolsek Sidayu, Polres Gresik, untuk dilakukan identifikasi, guna mengenali jasad korban.

Dari ciri-ciri jasad korban, ternyata dikenali bahwa korban adalah Kaseni (85) seorang warga Desa Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, yang menurut keterangan keluarganya korban sudah pergi meninggalkan rumah berbulan-bulan dan tak kunjung ditemukan. Saat ditemukan, ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Korban yang menurut keluarganya sudah lanjut usia dan pikun itu, ditemukan pertama kali oleh Falikul Isbah (34) seorang warga Desa Wadeng, yang hendak mencari pohon serut yang masih kecil yang hendak dibuat bonsai. Saat mencari serut di semak-semak itu, justru dia menemukan sesosok mayat yang akhirnya diketahui adalah mayat Kaseni (85) itu.

Menurut keluarga korban yangh bernama Safi’i (45), bahwa Kaseni sudah berbulan-bulan meninggalkan rumah. Kondisinya sudah pikun dan tidak ingat apa-apa. Beberapa kali dilakukan pencarian namun tak juga ditemukan.

Loading...

“Karena tak kunjung ditemukan maka pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian. Tak hanya itu, pihak keluarga juga sempat memasang foto korban ke media sosial (medsos) dengan tujuan agar korban cepat ditemukan. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil,” ungkap Syafi’i.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, kepada para awak media membenarkan adanya penemuan jasad korban Kaseni (85) warga asal Desa Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, yang ditemukan di semak-semak yang berada di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik, Selasa (11/9/2018) siang.

“Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka. Sebab, keluarganya merasa keberatan jika korban hendak diotopsi. Sehingga pihak keluarga atau ahli warisnya membuat surat pernyataan, menyatakan tidak akan melakukan penuntutan kepada siapaun dan pihak manapun atas meninggalnya korban” kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si.

Masih menurut Polisi dua melati di pundak itu menambahkan, korban ditemukan Selasa tanggal 11 September 2018, sekira pukul 13:00 wib. Kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan mongering dab wajahnya tidak bisa dikenal lagi.

“Berdasarkan hasil visum yang dilakukan Tim Medis menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban sehingga korban dinyatakan meninggal dunia dengan wajar,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Wahyu itu.

Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan langsung dilakukan pemakaman oleh pihak keluarga dan warga setempat.

**(Kis/Red).

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More