Walaupun Alami Gangguan Jiwa, Pria Ini Miliki Hoby Menambal Jalan Berlubang

598

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Coba perhatikan foto di atas itu. Dalam lingkaran putih itu ada seorang yang mengalami gangguan jiwa bernama Hariyanto usia sekitar 55 tahun, asal Dusun Banjarsari, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Hariyanto termasuk ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) itu, sudah bertahun-tahun memiliki hoby menambal jalan berlubang di Jalur Sumberrejo – Kepohkidul, turut Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Dengan berbekal sepeda onthel, Hariyanto berangkat dengan membawa cangkul, untuk bekrja melakukan pengurukan jalan yang berlubang. Hebatnya, Hariyanto itu bekerja tanpa apmrih sebab dia tak mau dikasih duit. Bahkan, dia akan marah kepada orang yang ngasih duit dan langsung mengembalikannya.  

Sayangnya, Hariyanto hanya mampu menambal jalan berlubang antara perempatan Sumberrejo – Desa Pekuwon hingga perbatasan Desa Deru dengan Desa Ngampal saja. Dia tak mempu menjangkau satu jalur hingga ke Kepohkidul itu.

Walaupun Alami Gangguan Jiwa, Pria Ini Miliki Hoby Menambal Jalan Berlubang 1
Tampak, Hariyanto seorang ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) asal Banjarsari, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang memiliki hoby menambal jalan.
Loading...

Seorang warga Pekuwon Sigit Sujono (51) kepada rakyatindependen.co.id membenarkan, jika Hariyanto itu mengalami gangguan jiwa, tapi untuk hal keselamatan lalu lintas, dia lebih peduli dibanding orang yang sehat akalnya.

“Kalau soal peduli dengan kondisi jalan berlubang, kita yang waras ini, kalah dengan Hariyanto yang menurut orang-orang sakit jiwa itu. Kenyataanya, Hariyanto, tak mau ada orang yang celaka akibat jalan berlubang sehingga dia rela menambalnya,” ungkap pria yang setiap malam, jualan jamu di Kiosnya yang ada di halaman Pasar Sumberrejo itu, Minggu (5/5/2019) siang.

Lanjut Mas Jono, sayangnya yang dipakai nambal jalan itu, diambilkan dari tanah liat yang ada di samping jalan tersebut sehingga jika hujan tanah yang dibuat nambal jalan itu malah jadi lumer hingga membuat jalan tersebut jadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Setidaknya, Hariyanto memberikan contoh kepada kita untuk peduli dengan kerusakan jalan,” katanya sambil mesam-mesem.

**(Kis/Red).  

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy