Video Stadion Surajaya Lamongan Terbakar, Penyebab Masih Belum Diketahui

0 375

Lamongan – Video Stadion Surajaya Lamongan Terbakar, Penyebab Masih Belum Diketahui, Kebakaran nampaknya menjadi momok bagi warga Lamongan ditengah musim kemarau yang [anjang ini. Beberapa hari lalu, Ada tiga titik di Daerah Lamongan yang mengalami kebakaran. Dan hari ini 12 Oktober 2018. Kebakaran tak terduga terjadi di Kandang Tim SEpak Bola Persela Lamongan.

Update : Penyebab Kebakaran Stadion Surajaya Lamongan, Ternyata Begini

Berita ini cepat tersebar di Media sosial karena video kebakaran di unggah. Dalam video tersebut terlihat bagian samping / Selatan Stadion terbakar dan api merembet dengan cepat. Menurut keterangan warga setempat api mulai terlihat pada Pukul 05.00 Pagi tadi. TNI, warga serta Damkar berupaya melakukan yang terbaik Memadamkan api tersebut.

Sampai berita ini diturunkan belum dipastikan berapa kerugian yang terjadi. Penyebab kebakaran pun masih belum diketahui. Dan Berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas lagi.

Baca juga : Hukuman Untuk Arema FC dan Aremania, PSSI Tunjukkan Sikap Tegas

https://www.facebook.com/la.qwazesazmella.9/videos/2300854346809839/

Jek anget gays.Stadion surajaya lamongan kobongan.

Posted by Cemet Kimochi on Thursday, October 11, 2018

 

Kebakaran Di Pasar Sidoarjo Dan Di Kalen Lamongan

Sebelumnya kebakaran juga sempat terjadi di Kawawan KOta Lamongan, tepatnya di Pasar Sidorajo Lamongan. Insiden kebakaran rumah di Lamongan selama musim kemarau membuat masyarakat semakin was-was. Sebab dari percikan api kecil atau bara api ternyata begitu mudahnya membakar rumah warga.

Hingga kejadian terbakarnya dua rumah dan satu gudang Selasa (9/10/2018) tadi malam, tercatat dalam dua bulan terakhir sebanyak 21 kejadian. Selasa siang satu stan di deretan Pasar Sidoarjo Kelurahan Sidoarjo terbakar akibat bara api dari tumpukan sampah yang dibakar di belakang warung korban Herman.

Selasa (9/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB, insiden kebakaran kembali menyusul. Dua rumah dan satu gudang di dua tempat yang berbeda ludes terbakar tak terselamatkan. Tepatnya di areal Perumahan Butara Desa Tanjung Lamongan, gudang material berukuran 4 meter X 8 meter beratap asbes dinding anyaman bambu terbakar.

Gudang milik Triwoto (50) seorang pengembang perumahan warga Jalan Madekaryo, Desa Made Lamongan, yang di dalamnya terdapat tumpukan kusen kayu, usuk dan semen dan menyisakan sedikitpun.

Menurut Kanitreskrim Polres Lamongan, Ipda Amin, diperkirakan terbakarnya gudang yang di dalamnya banyak serbuk kayu bekas gergajian itu penyebab apinya dari puntung rokok yang dibuang ke sembarang tempat dan mengenai serbuk bekas gergajian kayu.

Loading...

“Kemungkinannya itu, puntung rokok yang masih hidup dibuang sembarangan,” kata Amin.

Akibat kebakaran ini, kerugian korban diperkirakan mencarapai Rp 20 juta. Pertama kejadian itu diketahui Rozi saat keluar dari tempat peristirahatan di lokasi Perumahan Butara.

Ia dikagetkan saat melihat ada kobaran api dari gudang tempat material perumahaan.

Mengetahui itu, saksi dengan mengajak teman sepekerjaannya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya namun tidak berhasil.

Api baru padam setelah pemadam kebakaran datang lokasi. Api dilokalisir dan tidak sampai merambat lebih luas lagi.

Sementara itu, hampir bersamaan, kebakaran terjadi di Dusun Kedungrejo Desa Kalen Kecamatan Kedungpring jugaterjadi kebakaran.

Dua rumah korban milik Tasiyam (65) dan Suwandi (60) ludes dilalap si jago merah.

Kali pertama kejadian itu diketahui saksi Afrian yang melihat kobaran api di belakang rumah milik kedua korban.

Reflek, saksi berteriak-teriak minta tolong tetangga kiri kanan korban. Para tetangga berlarian mendatangi TKP.

Satu di antara warga mencoba menerobos masuk ke rumah korban, dan nenek Tasiyam berhasil dievakuasi dari dalam rumah dengan cara digendong.

“Ada yang membangunkan Suwandi,” ungkap saksi, Afrian.

Sementara sebagian warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Dua dua mobil PMK dari Kecamatan Babat datang ke lokasi terlambat setelah api melumatkan dua rumah milik Tasiyam berukuran 15 meter x 11 meter dan rumah Suwandi berukuran 9 meter x 16 meter itu hingga rata dengan tanah.

Dua mobil PMK melakukan pembasahan untuk memastikan tidak tersisa bara api.

Menurut Kapolsek Kedungpring, AKP Guntar S, kebakaran terjadi diperkirakan api dari penghangat kambing atau bediyang milik nenek Tasiyam yang ada di kandang belakang rumah.

Akibat kejadian ini, nenek Tasiyam mengalami kerugian Rp 80 juta dan korban Suwandi menderita kerugian sekitar Rp 150 juta.

Jadwal Liga 1 Gojek Jumat 12 Oktober, Banyak Tim Besar Diuji

Video Stadion Surajaya Lamongan Terbakar

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy