Video Penculikan Anak Tersebar, Isu Ini Ternyata Hoaks, Berikut Faktanya

211

Nasional – Video Penculikan Anak Tersebar, Isu Ini Ternyata Hoaks, Berikut Faktanya, MEdia sosial tengah dihebohkan dengan adanya berita atau isu tentang banyaknya penculikan anak terjadi, hal ini diperkuat dengan adanya video tersebar di Media sosial terutama di Facebook dan Whatsapp. Dalam video tersebut, terlihat pelaku yang dikelilingi polisi dan warga sedang menyandera seorang bocah dan mengancamnya dengan sebilah pisau.

Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah laman Facebook dengan nama Terciduk. Video diunggah pada 28 Oktober 2018 dan telah ditayangkan sebanyak lebih dari 100 ribu kali dan dibagikan sebanyak 4.424 kali per Senin (29/10/2018) sore.

Di kabar serupa yang beredar juga disebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Salah satu akun Instagram, Explorebenda, menuliskan agar masyarakat berhati-hati dengan kasus penculikan yang kian merajalela di masyarakat.

Video Penculikan Anak Tersebar

“Waspada kelas tinggi buat semuanya Ini kejadian jelas dan fakta sudah terang terangan #PENCULIKAN semakin merajarela dan berani di keramaian Kejadian ini telah terjadi di Kedaung Ciputat Tangsel. So,… Buat emak-emak dan Baba-Baba yg punya BOCAH BOCAH BALITA BATITA AGAR SELALU WASPADA SELALU DI PANTAU DR TINDAK KRIMINALITAS,” tulis akun Explorebenda, Sabtu (27/10/2019).

Fakta Tentang Video Penculikan Anak

Kapolsek Ciputat Kompol Donni Bagus Wibisono pun langsung membantah kebenaran dari kabar tersebut, seperti dilansir dari Okezone, Senin (29/10/2018). Menurutnya, video yang beredar tidak terjadi di wilayah Ciputat.

“Tidak ada kejadian seperti itu di Ciputat. Saya minta masyarakat jangan asal mengunggah video, dikroscek dulu, karena nanti bisa meresahkan masyarakat lainnya,” kata Donni.

Baca juga  :  Polisi Tangkap Pelaku Penculikan MTs Muhammadiyah 1 Ciputat

Donni pun menerangkan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi di daerah Jambi pada pertengahan 2010 silam. Saat itu polisi berhasil menyelamatkan bocah yang disandera oleh seorang pelaku berpenutup kepala dari kain sarung.

“Itu kejadian di Jambi tahun 2010. Jadi Polresta Jambi berhasil menyelamatkan bocah itu dari perampok yang gagal beraksi,” tambahnya.

Video Penculikan Anak Tersebar

Divisi Humas Polri melalui akun Instagramnya juga mengunggah video klarifikasi terkait video tersebut. Sama seperti yang diungkapkan Donni, Divisi Humas Polri juga menyatakan bahwa kejadian dalam video tersebut adalah penyanderaan anak di Jambi 10 tahun yang lalu.

Kejadian penyanderaan dalam video tersebut tepatnya terjadi pada 15 September 2010. Abil, putra dari pasangan Gunawan dan Siti Sarifah disandera selama kurang lebih 2 jam oleh Joko di kediaman Gunawan di Kotabaru, Jambi.

Awalnya Joko berniat merampok rumah Gunawan dan menyekap Siti Sarifah dan anak-anaknya. Untungnya, Siti Sarifah sempat berlari keluar rumah dan berteriak bahwa di rumahnya ada maling. Mendengar teriakan Siti, warga pun berdatangan ke rumah korban.

Polisi pun turut mendatangi rumah Gunawan. Setelah bernegosiasi, sang pelaku keluar rumah namun masih sambil menyandera Abil dengan membawa senjata tajam.

Petugas yang sigap pun berhasil melumpuhkan pelaku. Korban sandera, Abil pun berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka sedikitpun. Sedangkan pelaku langsung diamankan di Polresta Jambi.

Beberapa Isu Penculikan Anak juga Terjadi Di Beberapa Tempat

Bekasi

Polisi memastikan hoaks kabar seorang perempuan pura-pura gila lalu menculik anak di Jalan Al-Fallah 1, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10/2018) malam.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @bekasi.terkini pada Selasa (23/10/2018) malam, tampak seorang perempuan yang dituduh pelaku penculikan anak.

Dalam video itu, anak dimasukkan ke dalam mobil dan si “penculik” kemudian disoraki warga.

Kapolsek Bekasi Kota Kompol Parjana mengatakan, tidak ada penculikan anak yang terjadi di Kranji pada Senin malam.

Ia membenarkan ada perempuan yang diamankan warga, tetapi perempuan itu tidak melakukan penculikan anak.

Perempuan itu bukan berpura-pura gila, melainkan mengalami gangguan kejiwaan.

“Tidak ada penculikan cuma orang yang bikin heboh saja, itu hoaks. Itu orang sakit bukan penculik, surat keterangan rumah sakit ada dan sudah dikembalikan ke keluarganya,” kata Parjana.

Jakarta Selatan

Isu penculikan anak juga beredar di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Masih melalui media sosial, tampak video memperlihatkan seorang perempuan dikerumuni warga.

Warga menyebut perempuan tersebut melakukan percobaan penculikan terhadap anak-anak.

Perempuan itu memberikan minuman dan mainan kepada anak-anak yang ditemuinya. Warga menangkap perempuan itu.

Baca juga :  Isu Penculikan Anak di Wilayah Kecamatan Kasiman Adalah Berita Bohong atau Hoax

Namun, perempuan itu berontak dan meracau seperti orang dengan gangguan jiwa. Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana mengatakan, perempuan tersebut bukan penculik anak.

Dari hasil pemeriksaan yang dibantu petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan beserta psikater, perempuan itu disebut sedang menderita gangguan jiwa.

Jakarta Timur

Beredar sebuah video di media sosial mengenai dugaan penculikan anak di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. Video yang diunggah akun @Jakarta_terkini tersebut merupakan rekaman CCTV yang diketahui terjadi pada Selasa (23/10/2018).

Ketua RT 013 RW 003 Kelurahan Cipinang Muara Danu Setio Nugroho mengatakan, kejadian tersebut terjadi tepat di depan rumahnya pada pukul 17.45.

Saat itu, dirinya yang sedang berada di dalam rumah mendengar bunyi motor terjatuh diiringi teriakan seorang anak perempuan yang meneriaki penculik.

Sontak dirinya segera berlari menghampiri sumber suara yang ternyata telah dikerumuni sejumlah warga.

“Jadi dari jauh, dekat rumah itu, si anak perempuan itu dia dibonceng sama (diduga) penculik. Mungkin karena diancam disuruh naik motor, HP-nya diambil, disuruh diam. Tapi, nyatanya anak ini histeris,” ujar Danu.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Irwandi membantah adanya peristiwa penculikan anak yang terjadi di Cipinang Muara

Irwandi menyebut, aksi tersebut bukan penculikan, melainkan penipuan. Namun, karena korban masih di bawah umur, sehingga memunculkan persepsi masyarakat bahwa pelaku hendak menculik korban.

Pelaku yang diketahui berinsial W, lanjut dia, berpura-pura meminjam HP korban lalu membawa kabur.

“Bukan penculikan, dalam hal ini korban anak di bawah umur, sehingga timbul dispersepsi masyarakat bawah pelaku ingin menculik korban,” kata Irwandi, Kamis (25/10/2018).

Depok

Isu penculikan tersebar di Depok, Jawa Barat. Di wilayah ini, tersebar dugaan foto anak korban penculikan dan pembunuhan di Cibinong.

Pesan yang beredar itu berbunyi, “Foto dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Depok terlihat korban penculikan dan pembunuhan target anak-anak umur 3-5 tahun. Korban diambil organ tubuhnya. Pelaku sudah tertangkap 2 hari lalu warga Cibinong laki-laki dan perempuan. Korban lainnya 3 anak diambil organ jantung dan mata. Kita tetap waspada jaga anak cucu di rumah dan sekolahan. Info ini bukan hoax, langsung dari petugas Babinsa saat patroli di komplek rumah tadi malam.”

Polisi memastikan bahwa isu tersebut hoaks atau bohong. Polisi telah mengecek ke Komando Distrik Militer (Kodim) dan tidak tidak ada info soal penculikan tersebut.
“Isu yang beredar soal Babinsa menginfokan adanya penculikan anak itu hoaks, kita sudah cek ke Kodim 0508 Depok dan mereka mengkomfirmasi tidak ada laporan itu,” ucap Plh Kasubbag Humas Polresta Depok Firdaus.

Video Penculikan Anak Ternyata Hoax

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri) on

Video Penculikan Anak

Loading...