Uniknya Masjid Tiban Malang yang Dipercaya Dibangun Hanya Semalam

Masjid Tiban Malang

Kalau kamu tengah berencana untuk berwisata ke Malang, jangan hanya berkunjung ke toko oleh-oleh Malang saja, tapi juga tempat wisata unik yang ada di sana. Salah satunya adalah Masjid Tiban. Unik, karena sebagian masyarakat percaya masjid dengan bangunan yang sangat megah ini dibangun hanya dalam semalam saja. Tapi, benarkah begitu?

Masjid Tiban sendiri berada di jalan KH Wahid Hasyim, Gang Anggur, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Masjid ini juga berfungsi sebagai pesantren, yakni Ponpes Salafiyah Bihaaru Bahri’ Asali Fadlaailir Rachman.

Banyak wisatawan baik warga Malang maupun yang berasal dari luar Malang yang mengunjungi masjid ini karena keunikannya. Tidak hanya soal asal-usul pembangunannya, namun juga karena bangunannya yang sangat megah.

Bangunan Megah dan Luas

Dari luar, Masjid Tiban akan sangat mudah dikenali karena desain bangunannya yang unik dan juga megah. Dibangun pada tanah seluar 7 hektar, bangunan masjid didominasi dengan mozaik berwarna biru dan putih. Selain itu terdapat juga menara-menara tinggi di sekitar masjid, dengan bentuk yang tidak kalah unik. Konsep bangunannya dikatakan merupakan perpaduan antara ornamen khas India, Turki, Mesir, dan Rusia.

Uniknya lagi, pembangunan masjid ini sama sekali tidak melibatkan arsitek di dalamnya. Setiap ruangan dalam masjid tersebut dirancang oleh pendirinya, KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, berdasarkan petunjuk dari salat istikhoroh yang ia lakukan. Tidak hanya desain, bahkan ornamen, warna cat, hingga ukuran ruangan di dalam masjid tersebut juga dirancang berdasarkan petunjuk dari salat istikhoroh.

Masjid 10 Lantai dengan Fasilitas Lengkap

Bila biasanya masjid di Indonesia hanya memiliki 2 atau 3 lantai, masjid Tiban memiliki 10 lantai yang masing-masing memiliki fungsi dan fasilitas yang berbeda-beda. Misalnya saja lantai 1 digunakan sebagai tempat untuk beristirahat dan mushala.

Kemudian lantai dua digunakan sebagai loket, ruang istirahat, dapur, serta ruang makan. Lantai 3 memiliki mushala, akuarium, dan kebun binatang mini. Sementara lantai 4 digunakan sebagai tepat untuk keluarga pengasuh pondok pesantren. Lantai 5 merupakan mushola, dan lantai 6 digunakan sebagai tempat istirahat untuk para santri.

Selanjutnya lantai 7 dan 8 terdapat toko dan kios yang dikelola oleh para santri pesantren. Kemudian lantai 9 dirancang seperti lereng gunung dengan puncaknya yang terdapat di lantai 10.

Selain itu, masjid ini juga memiliki fasilitas unik lain seperti kolam renang yang juga dilengkapi dengan perahu yang bisa dinaiki oleh anak-anak yang berkunjung.

Dibangun Hanya Dalam Semalam?

Salah satu daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi masjid ini adalah rumor bahwa masjid hanya dibangun dalam wakti semalam saja. Hal ini tentu saja tidak benar, bahkan kenyataannya pembangunan masjid ini justru memakan waktu yang cukup lama, yakni mulai dari tahun 1968 hingga 2006. Pembangunan yang lama ini disebakan sempat terhentinya pembangunan karena izin IMB yang sulit.

Rumor pembangunan yang hanya memakan waktu satu malam ini, dipercaya muncul karena warga sekitar tidak melihat adanya alat-alat berat yang keluar masuk wilayah masjid selama pembangunan berlangsung. Ini karena, pembangunan masjid dilakukan bersama-sama oleh para santri serta beberapa penduduk sekitar.

Nah, bagaimana? Menarik bukan? Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi Masjid Tiban saat kamu berkunjung ke Malang, ya!

admin
Rakyatindependen.co.id adalah Media Independen yang hadir untuk Anda. Memuat beragam informasi bermanfaat, ditulis secara akurat dan kredibel.