TPK dan Ratusan Hektar Sawah Yang Padinya Sudah Menguning, Terendam Banjir, di Sukorejo, Bojonegoro

0 371

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa (5/3/2019) sejak pukul 20:00 WIB hingga Rabu pukul 00:30 WIB. Setelah itu, masih dilanjut gerimis hingga pagi hari. Hal itu, membuat sawah warga di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, terendam air banjir.

Tanaman padi yang sudah mulai menguning itu, kini terendam air banjir hingga membuat petani merasa was-was. Pasalnya, jika tak segera surut maka mereka bisa mengalami gagal panen.

Khamim (50) seorang petani asal Desa Sukorejo itu menuturkan, membenarkan jika sawah miliknya yang ditanami padi yang sudah menguning itu, sudah terendam banjir sejak Selasa (5/3/2019) malam.

“Tak hanya sawah saya, masih ada ratusan hektar sawah milik warga Desa Sukorejo yang sebentar lagi sudah bisa dipanen, tapi kini harus terendam banjir,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Khamim itu, Rabu (6/3/2019).

Ditambahkan, selain sawah petani Desa Sukorejo, juga banjir merendam petani Desa Wedi, turut Kecamatan Kapas. Kini, petani di wilayah tersebut H2C (Harap-harap Cemas), hanya bisa berdo’a agar banjir segera surut dan tanaman padi mereka bisa terselematkan.

Kondisi banjir yang menggenangi padi milik petani yang ada di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (6/3/2019).

“Jika gagal panen maka para petani berharap memperoleh perhatian dari pemerintah melalui asuransi padi atau juga perhatian dari Bupati Bojonegoro Hj Anna Mu’awanah itu,” katanya sambil berharap.

Berdasarkan pantauan rakyatindependen.co.id di lapangan menyebutkan, selain menggenangi sawah milik warga, banjir juga masuk di area TPK (Tempat Penimbunan Kayu) yang berada di Jalan Munginsidi, turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro itu.

Genangan banjir membuat tumpukan kayu lok itu mengambang hingga rawan mengambang dan hilang. Kondisi tersebut, perlu diwaspadai, jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan tersebut. Artinya, orang yang tak bertanggung jawab, mengambil kayu di saat terjadi musibah banjir tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia membenarkan jika ada laporan tentang banjir yang menggenangi sawah petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro itu, Hanya saja, dirinya belum memperoleh laporan secara pasti.

“Belum ada laporan dari petugas BPBD Bojonegoro yang ada di lapangan. Tentang jumlah secara pasti berapa hektar sawah yang terendam banjir tersebut,” ungkapnya.

**(Kis/Red).