Telah Terjadi Kebakaran 75 Kali dengan Kerugian Mencapai 2 Miliar Lebih, di Bojonegoro

68

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa timur, terus mengalami epningkatan saat memasuki musim Kemarau di awal Agustus lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Rakyat Independen menyebutkan, bahwa data kebakaran yang terjadi sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2019, terdapat peristiwa kebakaran sebanyak 75 kali dengan kerugian ditaksir mencapai angka 2 miliar 374 ribu 500 rupiah.

Data tersebut meliputi kebakaran rumah sebanyak 24 kejadian dengan kerugian ditaksir mencapai angka 1 miliar 342 ribu. Kebakaran hutan dan lahan sebanyak 21 Kali dengan kerugian ditaksir mencapai 65 juta 500 ribu.

Selain itu, ada kebakaran kendaraan sebanyak 6 kali  dengan kerugian mencaapi 374 juta 200 ribu. Kebakaran tempat usaha sebanyak 15 kali dengan kerugian  sebanyak 592 juta 500 ribu. Ada kebakaran lain lain. Sebanyak 9 kali dengan kerugian mencapai 300 ribu.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Kabid Pemadaman Sukirno menghimbau agar warga segera melapor ke Pos Kota Dinas Damkar yang berada di Jalan Ahmad Yani, Bojonegoro atau telpon di Call Center 0353 113.

Loading...

Lanjut Sukirno, bisa juga menghubungi Pos bantu yang ada di Baureno, Kedungadem, Temayang, Ngambon dan Padangan.

“Bila sedang menyalakan kompor gas atau menyalakan tungku saat memasak jangan ditinggal dan harus ditunggui. Jangan membakar sampah bila terpaksa harus di tunggui  sampai apinya benar benar padam.  Bila selesai menggunakan peralatan listrik seperti setrika, hair dryer dan lain lain agar segera mencabut karena bisa terjadi konsleting listrik,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Kirno itu.

Tak hanya itu, juga dihimbau jika mencium bau gas dari kompor jangan menyalakan listrik atau alat yang menimbulkan api segera buka pintu jendela atau vintilasi lainnya. Jangan membuang puntung rokok sembarangan apalagi di semak semak yang kering dan jangan merokok sambil tiduran.

“Bila ada pemadaman listrik  pada saat menyalakan  lilin harus ditempatkan pada posisi yang aman. Di saat membuat perapian di kandang  agar sampah didekatnya dibersihkan dan jangan dekat dengan dinding,” tegasnya.

Di akhir keteranganya Mas Kirno berpesan agar masyarakat di wilayah Bojonegoro ini agar selalu melakukan pencegahan agar tak terjadi musibah kebakaran tersebut.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More