Tanah Asset Milik Pemkab Bojonegoro Yang Belum Bersertipikat, Segera Disertipikatkan Tahun 2019 Ini

82

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Tanah asset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang tersebar di berbagai wilayah Bojonegoro, belum seluruhnya bersertipikat. Padahal, tanah tersebut merupakan asset Pemkab Bojonegoro yang dibeli sejak tahun 1997 hingga tahun 2018 lalu.

Untuk itu, Pemkab Bojonegoro bakal mengurus dan mengajukan asset tersebut ke Badan Pertanahaan Nasional (BPN) Bojonegoro untuk memperoleh sertipikat di tahun 2019 ini.

Pengajuan sertipikat tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi  sengketa tanah, karena Idealnya semua bidang-bidang tanah yang dimiliki Pemkab itu harus mempunyai sertipikat. Namun sayangnya, belum semua bidang tanah milik Pemkab itu bersertipikat.

Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah kabupaten Bojonegoro, Yusnita Liasari,ST,M.Si, saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya pada tahun 2019 ini, akan mengajukan sebanyak 40 sertifikat bidang tanah milik Pemkab ke BPN Bojonegoro. 

Adapun puluhan tanah yang akan disertifikatkan, diantaranya :

Loading...

1.       IPAL di Ledok kulon Kecamatan Bojonegoro seluas 1.822 M2

2.       SD Leran Kecamatan Kalitidu seluas 774 M2

3.       Museum Samin di Kecamatan Margomulyo seluas 2.283 M2

4.       Kantor kecamatan Sugihwaras seluas 605 M2

5.       Rumah cagar buadaya di Kecamatan Padangan seluas 326 M2

6.       Kantor Kecamatan Bubulan seluas 3.875 M2

7.       SDN Karang Pacar Kecamatan Bojonegoro, seluas 767 M2

8.       TPS sampah Ngumpak Dalem kecamatan Dander , seluas 3.136 M2

9.       Kantor Camat Dander seluas 1.250 M2

10.   Kantor Kecamatan Kasiman seluas 3.385 M2

11.   Puskesmas Kepohbaru, seluas 5.180 M2

12.   Koramil Sekar, seluas 513 M2

13.   Pasar Sugihwaras, seluas 3.718 M2

14.   TPA sampah Banjarsari, seluas 12.353 M2

15.   Puskesmas  Temayang, seluas 3.500 M2

“Pengajuan sertifikat ini,  tentunya untuk kepentingan hak pakai serta menyangkut keberadaan legal formal aset Pemkab yang berupa tanah itu,” pungkas wanita yang biasa disapa Mbak Lia itu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti,SE,M.Si, mengatakan bahwa sampai dengan bulan Juni tahun 2019 ini, jumlah tanah Pemkab Bojonegoro yang sudah bersertifikat sebanyak 889 bidang dengan luas total 4.900.376, 79 M2 dengan total harga perolehan sebesar Rp. 1.431.399.526.468,00

Adapun jumlah tanah Pemkab Bojonegoro yang sudah bersertifikat sampai saat ini mencapai 453 bidang dengan luas 1.397.586,50 M2 dengan total harga perolehan sebesar Rp. 229.122.347.080,00.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah  melalui Kabag Humas Protokol Heru Sugiharto menyampaikan, Terkait  aset  pembelian tanah sejak 1997 sampai dengan tahun 2018 yang belum bersertipikat akan sgera diurus.

“Pemkab Bojonegoro segera membentuk team khusus dan untuk mempercepat pensertipikatan aset aset Pemkab Bojonegoro,” tegasnya.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More