Sudah Muncul, Jasa Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran, di Sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kota Bojonegoro

279

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Jasa penukaran uang baru yang ada di sepanjang Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di utara Alun-alun Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, seakan menjadi agenda rutin di setiap tahunnya.  

Di Hari Lebaran tahun ini, sudah muncul jasa penukaran uang baru “swasta” itu, yang sudah mangkal berjualan uang sejak Kamis (16/5/2019) lalu. Bagi masyarakat yang enggan antri tukang uang baru di Bank, menukarkan uang pecahan baru yang berada di pinggir-pinggir jalan ini, solusinya.

Seorang penjual jasa uang pecahan baru Andre Asmarbun (32) yang sehari-hari tinggal di wilayah Kecamatan Kedungadem itu, sudah mulai berdagang sejak Kamis tanggal 16 Mei ata d hari puasa yang ke-12 itu.

Dirinya, berjualan atau jasa penukaran uang baru sudah bertahun-tahun lamanya. Bersama beberapa teman-temannya itu, bakal bejualan hingga jelang hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M ini.

“Kalau awal-awal atau masih pertengahan bulan ramadhan begini, omzet sehari sekitar 3 hingga 4 juta. Biasanya, kalau hari raya kurang seminggu omzetnya hingga 15 juta per hari,” ungkap pria asal Batak itu, Minggu (19/5/2019) siang.

Loading...

Lanjut Bang Andre – demikian, pedagang jasa penukaran uang baru Andre Asmarbun, akrab disapa – untuk penukaran uang baru dipatok dengan jasa 10 persen. Jadi, jika tukar 100 ribu uang baru, maka pembelinya harus membayar Rp 110 ribu.

Menurutnya, keuntungan itu dibagi dua dengan pemilik modal, yakni 50%:50%. Kalau dipakai patokan Rp 100 ribu ada jasa Rp 10 ribu, maka pemilik modal memperoleh Rp 5 ribu dan penjual memperoleh Rp 5 ribu.

“Saya dapat 5 persen itu, masih dikurangi dengan transportasi pengambilan duit di pemilik modal, harus bungkusi duit itu dan pengeluaran lainnya. Bisa dibilang, bisa untung bersih 4 persen,” ungkapnya.

Saat ditanya, mengapa jika mendekati hari raya, jasa epnukaran bisa naik jadi 15 persen. Andre mengaku, jika mendekati hari raya barang sudah hampir habis dan biasanya oleh pemilik modal juga dinaikkan, jadi penjual juga turut menaikkan tarif jasa tersebut.

“Kita cuma kerja di Bos. Kalau ngambilnya naik, kita juga ikut menaikkan tarif jasa penukaran itu,” ujarnya.

Ditambahkan, dirinya menjamin uang yang dibawa semua asli dan bisa dihitunganya pas. Jika tak percaya bisa diceck sekalian dihitung di tempat dirinya jualan itu.

Perlu diketahui, bahwa membagi-bagikan uang baru di hari lebaran, sudah menjadi tradisi sebagian besar umat Islam di Indonesia. Menurutnya, membagikan uang baru terutama kepada  anak-anak itu lebih afdol sebab mereka bisa berbagi kebahagian dengan sesuatu yang terbaik yaitu memberi dengan uang baru.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More