Seorang Warga Kota Medan Meninggal dunia Saat Berkunjung di Rumah Temannya, di Sumberarum, Ngraho

603

BOJONEGORO RAKYAT INDEPENDEN) – Berkunjung ke rumah temannya yang bernama Sukardi (43), yang berada di Desa Sumberarum, RT 021, RW 007, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Seorang laki-laki bernama Hardianto (42), yang meninggal dunia mendadak, Senin (3/9/2018) sekira pukul 03:00 wib.

Peristiwa itu berawal saat Hardianto (42), yang tercatat sebagai warga Desa Ajung Ganjang Kecamatan Simpang Empat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, berkunjung ke rumah temanya yang bernama Sukardi (43), dalam kondisi kurang enak badan.

Korban datang ke rumah Sukardi, Minggu (2/9/2018),sekira pukul 06:00 wib. Sejak datang, korban terus istirahat dan mengeluh kalau lagi kurang enak badan serta kedua kakinya bengkak.

Merasa temannya lelah dan terus mengeluh sakit, sehingga membuat Sukardi memberikan solusi agar korban pijat agar kembali fresh. Selanjutnya sekira pukul 19:30 wib, korban diantar oleh saksi Fajar Suryanto (16), ke rumah tukang pijat yang bernama Sringah, yang letaknya tidak jauh dari rumah Sukardi.

Sekira pukul 20:00 wib, korban kembali pulang ke rumah Sukardi dan tidur di ruang tamu dengan ditemani Fajar yang juga saksi dalam kejadian itu. Pada Senin (3/9/2018), sekira pukul 03:00 wib, Sukardi mendengar ada suara orang menggigau di ruang tamu, sehingga Sukardi segera melihat asal suara tersebut. Ternyata, temannya itu sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

Mengetahui kejadian tersebut, Sukardi langsung memberitahu warga sekitar dan melaporkan hal itu ke Polsek Ngraho untuk meminta pertolangan sehingga Kapolsek Ngraho AKP Purwanto,SH, bersama anggota Polsek Ngraho, bersama-sama Tim Kesehatan dari Puskesmas Ngraho, segera mendatangi rumah Sukardi.

Kapolsek Ngraho AKP Purwanto,SH, kepada para awak media membenarkan adanya kejadian seorang warga Medan yang berkunjung ke rumah Sukardi warga Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, yang meninggal dunia mendadak, Senin (3/9/2018), sekira pukul 03:00 wib.

“Saat petugas datang dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Ngraho, korban sudah dalam keaadaan meninggal dunia,” jelas Kapolsek Ngraho AKP Purwanto.

Masih menurut Kapolsek, berdasarkan hasil Visum luar yang dipimpin oleh dr Punita Surya dari Puskesmas Ngraho tersebut, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), diketahu korban membawa HP Nokia warna hitam, tas kulit warna hitam yang berisi uang tunia Rp 808 ribu, kartu Tanda Penduduk (KTP) korban dan fotocofy kartu keluarga (KK).

“Petugas masih berupaya menghubungi pihak keluarganya untuk menjemput jenazah korban,” pungkasnya.

**(Yan/Red).

Loading...
Comments
Loading...