Seorang Warga Kedungadem, Bojonegoro, Ditemukan Gantung diri di Kamar Mandi

825

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Lagi, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kali ini, gantung diri dilakukan oleh seorang laki-laki bernama Toto (67), asal Dusun Tumpang, RT 001, RW 07, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Rabu, (30/1/2019), yang diketahui sekira pukul 18:30 WIB.

Kejadian naas itu, diketahui palig awal oleh Tarmuji (40) tetangga korban dan Mursidno (52), tetangga korban dan juga Ketua RT 001, RW 007, yang keduanya sekaligus menjadi saksi dalam kejadian tersebut.

Ditemukannya korban, berawal saat warga sekitar korban merasa curiga karena sejak siang hngga sore hari korban tak nampak dan lampu rumah korban dalam kondisi tak menyala sehingga gelap dan pintu rumah dalam kondisi terkunci.

Usai maghrib warga sekitar sepakat untuk mencari korban di dalam rumah dengan cara membuka pintu rumah secara paksa. Setelah pintu berhasil didobrak dan warga masuk ke rumah korban ternyata korban tak ada.

Selanjutnya, dilakukan pencarian di dalam rumahnya dan ternyata Toto (67) itu diketahui dalam posisi menggantung di dalam kamar mandi yang ada di rumahnya itu dengan menggunakan tali plastik warna biru. Setelah di ceck ternyata korban sudah tak bernafas lagi alias telah meninggal dunia.

Sebelumnya, istri korban Kasidah (64) juga telah melakukan bunuh diri dengan minum racun pembasmi rumput Minggu (27/1/2019) lalu. Korban sempat dilarikan ke Balai Pengobatan (BP) Muhammadiyah di Drokilo, Kedungadem, dikarenak korban tak sadarkan diri sehingga di rujuk ke RSI Aisiyah Bojonegoro, guna memperoleh perawatan medis yang lebih baik.

Toto sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, sehingga diduga istrinya merasa utus asa sehingga nekat bunuh diri dengan racun pembasmi rumput itu.

Mungkin, korban merasa bersalah dengan istrinya yang telah bunuh diri dengan minum racun pembasmi rumput. Sebab setelah korban melakukan KDRT terhadap isrtinya hingga membuat istrinya mencoba bunuh diri hanya saja nyawanya sempat tertolong.

“Kemungkinan gara-gara dia melakukan KDRT terhadap istrinya hingga membuat istrinya bunuh diri minum racun sehingga membua korban depresi sehingga dia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi yang ada di rumahnya itu,” ujar Kasun Tumpang Daud, kepada rakyatindependen.co.id.

Sementara itu, Kapolsek Kedungadem AKP Agus Elfauzi,S, S.Sos, kepada para awak media membenarkan adanya kejadian gantung diri yang terjadi di wilayahnya itu.

Menurut kapolsek, bahwa korban Toto (67), asal Dusun Tumpang, RT 001, RW 07, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro itu, nekat gantung diri hari Rabu, (30/1/2019), yang diketahui sekira pukul 18:30 WIB. Kejadian tersebut, dilaporkan ke Mapolsek Kedungadem sekira pukul 19:00 WIB.

Begitu memperoleh laporan, anggota langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengumpulkan barang bukti (bb) dalam kejadian naas tersebut. Dimana, telah ditemukan barang bukti tali plastik warna biru sebanyak 1 buah dengan panjang 1 meter.

Adapun ciri ciri Korban, panjang mayat 148 cm, rambut hitam bergelombang, warna kulit sawo matang, menggunakan baju kaos panjang warna biru, menggunakan celana pendek warna hitam.

Masih menurut Kapolsek, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilkukan oleh Tim Medis dari Puskesmas Kedungadem menyebutkan, kondisi mayat korban dengan lidah menjulur, mengeluarkan kotoran dari dubur, mengeluarkan sperma dari kemaluan, diketemukan bekas tali dileher dan telinga mengeluarkan darah.

“Di tubuh korban tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri yang dilakukanya,” ungkap Kapolsek Kedungadem AKP Agus Elfauzi,S, S.Sos, Rabu, (30/1/2019) malam.

Pihak keluarga korban tak mengijinkan dilakukan otopsi terhadap jasad korban sehingga pihak keluarga diminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai, yang isinya tak menggugat siapapun dan pihak manapun atas meninggalnya korban.

“Selanjutnya, jasad korban kita serahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

Loading...