Seorang Warga Asal Kendalrejo, Soko, Yang Nekat Melompat Ke Aliran Bengawan Solo, Hingga Siang Ini Belum Ditemukan

589

TUBAN (RAKYAT INDEPENDEN) – Nova Setya terawan (27) seorang warga Desa Kendalrejo RT 003, RW 002, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, yang nekat menceburkan diri ke Bengawan solo, dari atas Jembatan Glendeng, Jum’at (1/2/2019) sekira pukul 20:30 WIB, hingga Sabtu (2/2/2019) sekira pukul 12:00 WIB ini, belum juga ditemukan.

Korban melompat dari atas jembatan Bengawan Solo Glendeng, yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban itu, nekat melakukan aksi bunuh diri dikarenakan ada masalah keluarga yang menderanya.

Guna menemukan korban, Tim SAR Gabungan dari BPBD Tuban bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Kendalrejo dan Desa Simo Kecamaan Soko; Aparat dari Polsek Soko, Koramil Soko dan Satpol PP Kecamatan Soko; Relawan dari Tagana Tuban; serta warga masyarakat sekitar, masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Kapolsek Soko AKP Yudi Hermawan, kepada para awakmedia yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, bahwa saat ini anggota Tim SAR Gabungan dari BPBD Tuban dibantu Tim dari Basarnas Surabaya, masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

“Kami juga menerjunkan lima orang personel untuk membantu pencarian. Namun, hingga siang ini korban masih belum juga ditemukan,” tutur AKP Yudi Hermawan

Masih menurut AKP Yudi Hermawan, bahwa Tim SAR dari BPBD Tuban menurunkan 1 (satu) unit perahu karet dan Basarnas Surabaya juga menerjunkan 1 (satu) unit perahu karet.

Sedangkan personel yang terlibat selain dari dari BPBD Tuban dan Basarnas Surabaya, dibantu dari unsur Polsek Soko, Koramil Soko dan Satpol PP Kecamatan Soko; Relawan dari Tagana Tuban; serta warga masyarakat.

“Saat ini masih dilakukan penyisiran, mulai dari titik jatuhnya korban hingga ke sejumlah lokasi ke arah hilir. Semoga proses pencarian dapat berjalan dengan lancar dan korban segera ditemukan,” katanya sambil berharap.

Tim SAR Gabungan BPBD Tuban, saat bersiap melakukan pencarian korban tenggelam yang melompat dari atas Jembatan Glendeng, turut Desa Simorejo, Kecamatan Soko, Tuban, Jum’at (1/2/2019) sekira pukul 20:30 WIB, hingga Sabtu (2/2/2019)

Sementara itu, menurut salah satu staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Frendy Setiawan mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencarian korban, sejak dilaporkan tenggelam Jum’at malam, hingga Sabtu siang ini, namun korban belum juga ditemukan.

“Kondisi air sangat keruh, arusnya juga deras serta banyak sampah (sarah, Jawa red) yang bisa menghambat proses pencarian,” tegas Frendy Setiawan.

Ditambahkan, bahwa Tim SAR gabungan telah melakukan penyelaman hingga ke dasar sungai yang kedalaman sekitar 10 meter. Sementara penyusuran di sejumlah lokasi ke arah hilir, hingga sejauh empat kilometer sudah dua kali kita lakukan penyisiran. Namun, belum ada hasil dan pencarian akan dilakukan hingga nanti sore nanti.

“Mudah-mudahan, korban segera ditemukan,” pungkasnya.

Beberapa media masa sebelumnya telah mewartakan, jika Nova Satya Terawan (27), nekat melakukan aksi bunuh diri dengan menceburkan diri ke Bengawan solo itu, diduga karena ada masalah keluarga. Sehingga, nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, di Jembatan Glendeng, Jumat (1/2/2019) sekira pukul 20:30 WIB.

Berdasaran keterangan saksi Sutrisno (30) yang juga kakak iparnya, di hari Jumat (1/2/2019) malam, Sutrisno datang ke rumah korban dengan maksud untuk menasehati korban, karena korban ada permsalahan keluarga, yang harus diselesaikanua.

Hanya saja, korban tidak terima dan marah-marah hingga akhirnya korban keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motornya. Mengetahui hal itu, Sutrisno membuntuti dari belakang hingga korban berhenti di jembatan Bengawan Solo Glendeng tersebut.

Sutrisno yang juga saksi dalam kejadian tersebut, melihat saat korban turun dari sepeda motornya, dan tiba-tiba korban langsung melompat ke Sungai Bengawan Solo. Sebelumkejadian itu, kakak iparnya sudah berupaya menahan korban agar tidak nekat untuk melompat, namun usha itu sia-sia, karena korban telah melompat hingga tenggelam dan dilaporkan hilang.

**(Kis/Red).

Loading...