Seorang Pemuda Asal Banjarsari, Trucuk, Ditemukan Tewas Gantung diri

155

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Seorang warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, kembali ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Kali ini, aksi nekad itu dilakukan oleh seorang pemuda bernama Andik Hermanto warga Desa Banjarsari, RT 008, RW 002, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Rabu (21/11/2018), sekira pukul 06:00 wib.

Kejadian nahas itu, diketahui paling awal oleh Marpuah (35), yang masih kerabat korban yang tinggal bersebelahan dengan korban. Begitu melihat korban yang masih dalam kondisi menggantung dengan tali tambang yang terikat dengan wuwung rumah korban, Marpuah yang juga saksi dalam kejadian itu langsung berlari dan berteriak minta tolong ke warga sekitarnya.

Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli,SH, kepada para awak media membenarkan, bahwa telah terjadi gantung diri yang dilakukan oleh oleh seorang pemuda bernama Andik Hermanto warga Desa Banjarsari, RT 008, RW 002, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Rabu (21/11/2018), sekira pukul 06:00 wib.

“Begitu memperoleh laporan pihak Polsek Trucuk langsung meluncur untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Saat diperiksa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Trucuk Wiwin Rusli,SH.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui dengan ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki laki, panjang mayat 180 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam lurus agak panjang dibagian depan, pada leher korban terdapat luka bekas jeratan tali tambang. Korban memakai kaos oblong warna merah hati dan kaos dalam warna putih, celana tiga per empat warna coklat tua dan celana dalam warna abu-abu.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar Wiwin Rusli.

Hingga berita ini diunggah, belum diketahui secara pasti motif korban hingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut.

“Menurut keterangan keluargany, korban memiliki sifat pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman sebaya atau tetangganya,” ungkapnya.

Pihak keluarga korban takmengijinkan korban diotopsi sehingga pihak kepolisian meminta agar keluarganya membuat surat pernyataan. Yang isinya, keluarga korban tak menggugat siapapun dan pihak manapun atas kejadian yang menimpa korban.

Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red).

Loading...