Seorang Nenek Warga Napis, Tambakrejo Ini, Ditemukan Tewas Akibat Gantung diri Menggunakan Selendang Biru

723

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Seorang nenek bernama Lasiyem (72) warga Dusun Bagi, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, ditemukan tewas akibat gantung diri (Kendat, Jawa red), Sabtu (14/9/2019), sekira pukul 05:00 WIB.

Korban ditemukan oleh suaminya sendiri yang bernama Kasim di rumah bagian belakang dalam kondisi menggantung di sebuah gawangan rumah dengan menggunakan sebuah tali selendang warna biru dengan kombinasi warna hitam.

Diketahuinya kejadian itu, saat Kasim bangun tidur dan mencari Lasiyem yang juga istrinya itu,  saat pukul 05:00 WIB, korban tak ada di tempat tidurnya.

Sebelum melanjutkan pencarian, Kasim yang juga saksi pertama dalam kejadian naas itu, mengeluarkan dulu kambing-kambing miliknya dari kandang dan ditaruh di luar rumah.

Selanjutnya, Kasim kembali mencari Lasiyem dngan caa memanggil-manggil ternyata Lasiyem tak menjawab panggilan suaminya itu. Betapa kaget Kasim, ketika menemukan Lasiyem sudah dalam kondisi menggantung di gawangan rumah belakang.

Mengetahui kejadian itu, Kasim langsung keluar rumah dan minta tolong warga sekitar untuk melihat kondisi Lasiyem yang juga korban gantung diri itu. Setelah itu, datanglah Sutrisno dan Siti Fatimah untuk bersama-sama melihat kondisi korban. Ternyata, korban sudah tak bernyawa lagi alias tewas dalam kondisi gantung diri itu.

Kejadian itu, kemudian disampaikan ke Kades Napis Mulyono dan diteruskan laporanya ke Mapolsek Tambakrejo untuk ditindak lanjuti.

Kapolsek Tambakrejo AKP Hufron kepada rakyatindependen.co.id membenarkan kejadian gantung diri yang dilakukan oleh Lasiyem (72) warga Dusun Bagi, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (14/9/2019) itu.

Masih menurut AKP Hufron mendapati laporan tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Lanjut Kapolsek, saat olah TKP ditemukan barang bukti berupa, tali selendang warna biru dengan kombinasi warna hitam dengan ukuran kurang lebih 180 cm dan kursi kayu ukuran/panjang kurang lebih 50 cm. Saat petugas datang, korban masih dalam kondisi tergantung dia gawangan rumah belakang milik  korban sehingga langsung dievakuasi untuk disemayamkan di rumah duka.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Medis dari Puskesmas Tambakrejo menyebutkan bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, sebelum yang bersangkutan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Tambakrejo AKP Hufron, Sabtu (14/9/2019).

Lanjut AKP Hufron, pihak keluarga korban takmengijinkan korban diotopsi dan sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka tak akan menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian gantung diri tersebut. Mereka ihklas menerima kejadian tersebut, sebagai takdir dari Allah Tuhan Maha kuasa.

Menurut penuturan salah seorang keluarganya, diduga korban putus asa karena merawat suaminya yang menggalami sakit sesak napas menahun dan keluar masuk puskesmas rumah sakit untuk berobat.

“Kasim dengan Lasiyem hidup hanya berdua karena anak-anaknya sudah berumah tangga dan sudah punya rumah sendiri. Kayaknya, korban memiliki beban rumah tangga yang sangat berat,” kata salah seorang keluarganya yang tak mau disebutkan namanya.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More