Seorang Nenek Asal Kanor, Bojonegoro Ini, Dilaporkan Hilang

65

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Seorang nenek bernama Darmi (67) asal Desa Kanor, RT 002, RW 004, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, dilaporkan hilang ke Mapolsek Kanor, Kamis (27/12/2018).

Korban dilaporkan hilang, dikarenakan pergi meninggalkan rumahnya sejak Rabu (26/12/2018), namun hingga Kamis (27/12/2018) korban belum juga kembali ke rumahnya. Menurut keterangan keluarganya, korban pergi dengan mengendarai sepeda angin alias sepeda onthel.

Menurut perkiraan keluarga korban, diduga Darmi pergi mencari gabah sisa panen (ngasak, Jawa red), yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Hanya saja, setelah ditunggu-tunggu ternyata Darmi tak balik juga balik ke rumahnya.

Karena ditunggu-tunggu tak kunjung datang, hingga membuat keluarganya mencari ibunya di sekitar tempat tinggalnya dan juga di wilayah desa yang ada disekitarnya. Namun hingga Kamis (27/12/2018), korban tak kunjung diketemukan juga.

Pihak keluarga masih terus melakukan upaya pencaraian, dengan menelusuri jalan Kanor ke Sumberrejo, hingga ke jalur Bojonegoro – Babat. Tak hanya itu, pihak keluarga juga telah menyebarkan informasi dan foto korban yang hilang itu media sosial (medsos).

Merasa upaya pencarian yang dilakukan belum menemukan hasil, akhirnya pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kanor.

Anak kandung korban Astini binti Abdul Karim (21), mengungkapkan bahwa ibunya agak sedikit pikun, namun masih dapat berkomunikasi dengan sangat baik.

“Ibu meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda pancal dan tidak bilang pada siapa-siapa, sehingga keluarga tidak mengetahui keberadaan ibu saya. Yang saya tahu, sedang Rabu tanggal 26 Desember 2018, saat subuh, ibu sudah tak ada di kamarnya,” ungkap wanita yang akrab disapa Mbak Tini itu.

Secara terpisah, Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo,SH, kepada para awak media menjelaskan bahwa sebagaimana keterangan yang disampaikan keluarganya, korban pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan siapapun termasuk pamit dengan anaknya sendiri.

Pada awalnya keluarganya menduga korban pergi ke arah Desa Caruban, Kecamatan Kanor, untuk mencari gabah (ngasak, Jawa red), namun setelah di lakukan pencarian di wilayah desa tersebut, korban juga tak berhasil ditemukan.

“Sesuai dengan keterangan anak korban, bahwa korban diketahui meninggalkan rumah pada saat subuh dan keluarganya tidak ada yang mengetahui kemana tujuan perginya korban itu,” tegas Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo,SH, Kamis (27/12/2018).

Ditambahkan, ciri-ciri orang yang dilaporkan hilang tersebut, tinggi badan 145 sentimeter, kulit sawo matang, wajah agak keriput, rambut panjang beruban dan korban agak sedikit pikun.

“Saat pergi korban memakai baju lengan panjang warna biru, celana panjang warna hitam dan memakai hijab atau jilbab warna merah muda,” ujar Hadi Waluyo itu.

Melalui rakyatindependen.co.id pihak keluarganya korban meminta bantuan kepada masyarakat di Bojonegoro maupun yang berada di luar Bojonegoro. Jika ada yang mengetahui dan atau menemukan korban dimohon bantuannya untuk segera menghubungi kepolisian terdekat atau langsung menghubungi Polsek Kanor atau bisa juga ke Polres Bojonegoro.

“Atau bisa langsung menghubungi keluarganya melalui nomor telepon 0855 3643 4679 atau 0813 3057 5496,” katanya sambil berharap.

**(Kis/Red).

Loading...