Seorang Kakek Berbeda Pilihan (PILKADES) Desa Kumpulrejo Kapas, Diusir

26

Bojonegoro–Rakyatindependen.co.id Seorang kakek berusia 80 tahun di Bojonegoro diusir dari rumahnya. Sebabnya, berbeda pilihan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar 19 Februari 2020.

Kakek tersebut bernama Dul Ngali, warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Informasi yang dihimpun, selama ini Dul Ngali tinggal di rumah milik keponakannya, Suwarni. Menjelang Pilkades, Dul Ngali memiliki calon kades yang berbeda dengan keponakannya. Tidak terima dengan pilihan pamannya itu, Suwarni akhirnya nekat mengusir pria lanjut usia itu dari rumahnya.

Warga membantu memboyong peralatan rumah milik Dul Ngali.
Warga yang mendengar kabar tersebut banyak yang berempati. Sejumlah warga ikut membantu memboyong Dul Ngali ke rumah cucunya tak jauh dari rumah Suwarni.

“Bersama warga dan cucunya ikut membantu memindahkan perabot rumah tangga ke rumah cucunya (Dul Ngali),” kata Sucipto, warga setampat yang turut membantu memindahkan barang, Selasa (21/1/2020).

Loading...

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Djuwana Poerwiyanto saat dikonfirmasi mengaku kaget atas kejadian itu.

Djuwana menyarankan, agar panitia pilkades mengambil langkah atas kejadian ini. Panitia, kata Djuwana bisa melakukan mediasi dengan menggelar musyawarah dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau masih keluarga seharusnya diselesaikan secara baik-baik,” ujarnya.

Pilkades di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas bakal digelar serentak pada tanggal 19 Februari 2019. Di desa tersebut, pilkades diikuti dua calon dengan jumlah hak pilih 750 pemilih. Reporter Yasir

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More