Senam Alfabet Peringati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2019 di Bojonegoro, Pecahkan Rekor MURI

1,107

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah yang dikenal tegas dan terkesan keras terhadap bawahanya. Berubah menjadi penyayang dan sangat keibuan ketika bertemu dengan anak-anak difabel tuna rungu alias tuli ini.

Pasalnya, orang nomor satu itu mrangkul dan memeluk anak-anak hingga dia sempat meneteskan air mata haru dan bangga atas prestasi yang dimiliki oleh anak-anak Difabel itu.

Hal itu, terlihat saat orang nomor satu di Bumi Angling Dharma itu menghadiri acara Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBBI) tingkat Jawa Timur tahun 2019, yang diadakan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, tepatnya digelar di  Jalan P Mas Tumapel, depan Pemkab Bojonegoro, Minggu, (29/9/2019).

Kegiatan Mengambil tema “Hak Bahasa Isyarat Untuk Semua”, diharapkan dengan bahasa isyarat semua masyarakat dapat terlibat serta berkomunikasi, karena bahasa isyarat dapat dimengerti oleh semua orang.

Peringatan HBBI ini sekaligus sebagai kebanggaan untuk masyarakat tuli karena memiliki bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat lainnya, dan memiliki posisi yang setara. Hal ini juga dapat dijadikan motivasi untuk mempelajari bahasa isyarat.

Dalam kegiatan Peringatan HBBI kali ini diperingati dengan acara flashmob senam alfabet. Senam ini juga sekaligus menjadi pemecahan rekor MURI flashmob dengan peserta tuna rungu terbanyak, yaitu sebanyak 772 peserta.

Dimana, kegiatan Senam alfabet ini merupakan gerakan senam sambil memperagakan huruf-huruf dalam bahasa isyarat.

Senam Alfabet Peringati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2019 di Bojonegoro, Pecahkan Rekor MURI 1
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bersama Forpimda saat mengikuti Senam Alfabet di acara Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diadakan di Bojonegoro, Minggu, (29/9/2019).

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawannah dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi pada acara ini.

“Difabel adalah mereka yang mempunyai keistimewaan, maka bagi kami tidak ada pengecualian karena yang ada hanyalah persamaaan,” ungkap Bupati Wanita pertama di Bojonegoro itu, Minggu, (29/9/2019).

Masih menurut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawannah akrab disapa – bahwa pencapaian rekor MURI adalah sebagai penyemangat sejarah bahwa hari ini semua berkumpul di Jalan PMas Tumapel Bojonegoro ini dengan semangat yang sama untuk menorehkan prestasi dalam meringati Hari Bahasa Isyarat Internasional ini.

Dalam kesempatan yang sama Bu Anna juga berharap semoga ke depan anak anak-anak masyarakat tuli bisa dibina sesuai dengan kompetensinya, agar dapat mendorong semangat kesetaraan dalam sesama.

Masih menurut Bu Anna, selain acara pemecahan rekor MURI senam alphabet, terdapat juga serangkaian acara lain yaitu jalan sehat, fashion show, lomba mewarnai, lomba pantomim dan lomba Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

Helmy Elisabeth selaku Kepala Dinas Sosial Bojonegoro kepada para awak media menyampaikan bahwa kegiatan pada hari ini juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat tuli dapat berprestasi dalam segala hal.

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena dalam persiapannya dibutuhkan komunikasi dengan cara yang tidak biasa namun harus tersampaikan dengan baik. Saya berharap teman tuli tetap dapat berprestasi dan berkembang dengan baik.”, Ungkap Helmy.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah foto bareng dengan Rekor MURI di acara Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diadakan di Bojonegoro, Minggu, (29/9/2019).

Sementara itu, Ketua Gerkatin DPD Jatim, Yuyun juga menyampaikan rasa bangga serta salut atas terselenggaranya acara ini, Semoga acara yang baru pertama kalinya saya melihat yang seluar biasa ini selama 6 tahun penyelenggaraan acara.

“Saya berharap pelayanan aksesdisabilitas semakin membaik. Kegiatan kali ini juga menjadi momen yang membanggakan ini,” ujarnya.

Di akhir sambutanya dikatakan bahwa pihaknya sebagai masyarakat tuli bisa membuktikan bahwa ternyata mereka juga bisa, disetarakan dengan anak anak lainya hingga membuat semua bangga terhadap mereka.

“Sehingga anak anak Difabel tidak boleh merasa rendah dan kecewa justru sebaliknya harus bisa mengukir prestas dbalik kekarangan yang dimilikinya itu”, ujar Yuyun bangga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj Sekda Abmanyu, Forpimda, Asisten II, Asisten III, Ketua DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim, Kepala OPD serta Camat se Kabupaten Bojonegoro.

Hadir pula ,Kontingen DPC Gerkatin dari 17 kota/kabupaten di Jawa Timur juga turut berpartisipasi selama keberlangsungan acara. 

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More