Sekolah SD, TK, PAUD dan 10 Rumah Warga di Kalisari, Baureno, Tergenang Banjir Luapan Bengawan Solo

0 165

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bencana alam banjir Bengawan solo yang menggenangi sebagian wilayah di Kabuaten Bojonegoro, Jawa timur, sejak Rabu (6/3/2019) Kamis (7/3/2019), hingga Jum’at (8/3/2019), masih menggenangi Kota Ledre ini.

Salah satu desa yang tergenang banjir adalah Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Dimana, banjir luapan Bengawan solo itu masuk ke desa yang berbatasan dengan Babat, Lamongan itu, sejak Kamis (7/3/2019), sekira pukul 09:00 WIB.

Banjir mulai menggenangi jalan desa, hingga masuk ke rumah-rumah warga dan menggenagi sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Beny Saputra (39) seorang tokoh masyarakat Desa Kalisari mengatakan, jalan poros desa yang tergenang ada sekitar 900 meter dengan kedalaman sekitar 10 hingga 70 centimeter. Sedangkan, rumah warga sudah ada 10 unit yang tergenang. Tak hanya itu, Gedung SDN Kalisari, PP PAUD dan Gedung TK, juga turut tergenang dengan kedalaman sekitar 0,5 meter.

“Hari ini, Jum’at (8/3/2019), murid-murid SDN Kalisari, Pos PAUD dan Gedung TK, diliburkan. Sebab, sekolahnya tergenang banjir. Namun, guru-guru masuk dan stand by di sekolah masing-masing. Mereka harus beres-beres peralatan dan barang-barang sekolah yang harus diselamatkan dari genangan air banjir itu,” ungkap Mas Beny, yang sehari-hari menjabat sebagai Kaur keuangan Desa Kalisari itu, Jum’at (8/3/2019).

Masih menurut Mas Beny, dia dan keluarganya harusmengungsi ke tetangganya karena rumahnya sudah tergenang dengan kedalaman air sekitar 70 cm atau sepaha orang dewasa.

“Saya dan keluarga, menjadi rumah pertama yang terendam banjir sehingga harus mengungsi. Sedangkan 9 rumah lainnya, masih bisa ditempati,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia kepada ara awak media mengatakan, bahwa di wilayah Kecamatan Baureno, ada 14 desa yang tergenang banjir aliran Bengawan Solo.

Data sementara yang ada di Dalops BPBD Bojonegoro menyebutkan, wilayah Kecamatan di seanjang Sungai Bengawan solo, terdampak banjir, mulai dari Ngraho, Padangan, Kalitidu, Bojonegoro Kota, Balen, Kanor dan Baureno.

“Hingga saat ini, TMA di Bengawan solo, terus mengalami tren naik. Hai itu disebabkan, di Karangnongo, TMA terus naik sehingga banjir di Bojonegoro akibat luapan Bengawan solo ini juga terus merangkak naik,” tegas wanita yang akrab disapa Mbak Ulfa itu.

Perlu diketahui, jika warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, mengalami bencana bisa langsung melapor ke Kantor BPBD KABUPATEN BOJONEGORO, yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani, nomor 6, Bojonegoro, telpon (0353) 887811, Frekuensi Radio VHF: Input. :a : http://bpbd.bojonegorokab.go.id, 📷Instagram : @bpbd_bojonegoro, Twitter : @bpbdbjn atau Facebook : Pusdalops Bpbd Bojonegoro.

**(Kis/Red).