Sedekah bumi Pelem, Purwosari, Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit Semalam suntuk dengan Dalang Ki Sigit Ariyanto

141

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Tradisi sedekah bumi masih dipelihara dengan baik di Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Hal itu, bisa dilihat dengan digelarnya sedekah bumi setiap tahun di desa yang ada di ujung selatan Wilayah Kecamatan Purwosari itu.

Sedekah bumi atau yang biasa disebut manganan di tahun 2019 itu, diselenggarakan kenduri di balai desa setempat. Kegiatan tersebut, diikuti oleh seluruh warga Desa Pelem, tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga) serta undangan lainnya.

Para warga datang berbondong-bondong ke balai desa dengan membawa tumpeng yang disertai ayam panggang dan berbagai kue khas desa yakni, rengginang, kucur, tape, serta jajanan lainnya.

Mereka melakukan tahlil dan berdo’a bersama. Memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat panen padi yang melimpah di tahun ini.

Malam harinya, digelar Wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Sigit Ariyanto yang berasal dari Rembang, Jawa tengah. Acara digelar di halaman rumah Kepala desa Pelem, Sudawam,A.MD itu mengambil lakon “Bangun Candi Sapto Argo”.

Acara juga dimeriahkan oleh Jo Klitik dan Jo Klutuk. Menghadirkan bintang tamu, Trio Blikepon yakni, Nyi Yosi DP dari Blitar, Nyi Eka dari Kebumen dan Nyi Lusi dari Ponorogo.

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di acara sedekah bumi Desa Pelem, Puwosari itu, dengan mengusung Thema “Guyub rukun bangun Praja desa, budaya dan agama”.

Lawak Jo klitik dan Jo Klutuk serta Trio Blikepon, saat menghibur warga di acara Pagelaran Wayang kulit semalam suntuk di acara Sedekah bumi Desa Pelem, yang berlangsung di halaman rumah Kades Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Kamis (20/6/2019) malam.

Sebelum dimulai pagelaran wayang tersebut, berkenan memberikan sambutan Kades Pelem Sudawam,A.MD. Dalam kata sambutanya itu, dia menyampaikan bahwa sedekah bumi Desa Pelem digelar sebagai tahun dan sudah menjadi kalender tahunan. Kegiatan sedekah bumi itu, diselenggarakan secara rutin setiap setahun sekali.

“Sedekah bumi kali ini, sangat istimewa sebab ada tambahan acara yaitu Pagelaran Wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Kondang Ki Sigit Ariyanto yang berasal dari Rembang, Jawa tengah. Acara ini digelar atas syukur warga Desa Pelem yang telah memperoleh berkah sehat, panen tahun ini yang melimpah sehingga disyukuri oleh warga Desa Pelem melalui selamatan di acara sedekah bumi ini,” ungkap Kades Pelem Sudawam, Kamis (20/6/2019) malam.

Masih menurut Mas Dawam – demikian, Kades Pelem Sudawam, akrab disapa – dengan pagelaran wayang kulit seperti ini, warga menjadi berkumpul bisa bersilaturahmi dan mereka nampak guyub rukun dalam ridho dan berkah Allah SWT.

“Wayang kulit merupakan budaya asli masyarakat Jawa yang harus dilestarikan. Sehingga budaya yang baik Ini harus diteruskan. Jaman dulu, wayang menjadi media para waliyullah termasuk Sunan Bonang untuk menyebarkan agama Islam di Jawa ini,” kata Mas Dawam menegaskan.

Ditambahkan, saat ini wayang kulit menjadi sebuah media untuk bersilaturahmi dan menjadi perekat persatuan dan  kesatuan bangsa. Dengan nonton wayang bareng, masyarakat bisa saling bahu membahu untuk selalu hidup berdampingan. Dengan kerukunan, maka bisa bersama-sama membangun desa.

Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga mengkritik para pejabat Jambaran Tiyung Biru (JTB) dan Rekayasa Industri (Rekin) dan kontraktor migas (minyak dan gas bumi) yang hadir di acara pagelaran wayang kulit itu. Mas Dawam mengajak kepada para pelaku proyek migas itu untuk turut melestarikan seni dan budaya Jawa termasuk wayang kulit tersebut.

“Sepengatuhan saya, dana CSR itu bisa dipergunakan untuk pelestarian budaya Jawa. Seharusnya, JTB dan Rekin itu memberikan perhatian terhadap seni Jawa seperti Wayang kulit ini. Perusahaan migas perlu menggelar Wayang kulit untuk menghibur warga di Ring 1 atau sekitar wilayah migas ini,” tegasnya.

Lanjut Mas Dawam, tak hanya itu saja, seharusnya juga perlu membantu kegiatan desa sekitar migas termasuk Desa Pelem ini, jika ada kegiatan yang sifatnya pelestarian budaya dan tradisi serta adat istiadat Jawa tersebut.

Hadir, Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Budi Irawanto,M.Pd, beserta istri, Camat Purwosari Bayudono MJ, Kapolsek Purwosari AKP Yaban,SE, Danramil Purwosari Kapten Inf Panidi, serta undangan lainnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Budi Irawanto,M.Pd, kepada Rakyat Independen mengatakan, bahwa kehadiranya ke Pagelaran Wayang Kulit Sedekah bumi Desa Pelem itu, bukan acara resmi tapi hadir karena dirinya dengan Kepala desa Pelem masih ada hubungan kerabat.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy