Saat Menabur Pupuk, Seorang Petani Asal Kanor Ini, Meninggal dunia Mendadak di Sawah

0 158

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Meninggal dunia mendadak di sawah, terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kali ini, seorang petani ditemukan meninggal dunia secara mendadak di sawah, Rabu (16/1/2019) sekira pukul 08:00 WIB.

Kali ini, korban adalah seorang petani bernama Sakidin asal Dusun Grape, Desa Kanor RT 002, RW 002, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Korban ditemukan pertama kali oleh Narwi (56), asal Desa Kanor dan Raminah (65) yang keduanya menjadi saksi dalam kejadian naas tersebut.

Korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Desa Kanor, RT 003, RW 003, Kecamatan Kanor itu, berawal saat korban berangkat ke sawah sekira pukul 07:00 WIB, untuk memupuk sawah miliknya.

Setelah bekerja menabur pupuk dan tiba-tiba korban terjatuh dengan posisi tertelungkup ke depan sehingga wajah korban mengenai lumpur sawah. Melihat kejadian itu, kedua saksi membawa korban ke Puskesmas Kanor untuk memperoleh pengobatan medis.

Pjs Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo kepada para awak media membenarkan, adanya kejadian warga di wilayahnya meninggal dunia, atas nama Sakidin asal Dusun Grape, Desa Kanor RT 002, RW 002, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Rabu (16/1/2019) sekira pukul 08:00 WIB.

“Sesampainya di Puskesmas, langsung dilakukan pemeriksaan terhadap, ternyata korban sudah tak bernyawa lagi alias meninggal dunia,”tegas Pjs Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo.

Ditambahkan, selanjutnya dilakukan otopsi luar oleh petugas puskesmas tersebut. Di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dalam pemeriksaan luar yang dilakukan oleh petugas kesehatan Puskesmas Kedungadem, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan,” ungkapnya.

Sedangkan, menurut keterangan dari keluarga bahwa korban memiliki riwayat sakit sesak pernafasan atau asma.

Dalam kejadian tersebut, keluarga korban tak mau dilakukan otopsi sehingga oleh pihak Polsek Kanor, keluarga korban diminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai, yang menyatakan bahwa pihak keluarga korban tak akan menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

Selanjutnya, jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red).