Realisasikan Visi – Misinya, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah Launching Program KPP

119

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, kembali melakukan gebrakan dengan melakukan Launching Program Kartu Pedagang Produktif (KPP). Acara digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (16/1/2019) pagi.

Acara yang dihadiri 230 pedagang sebagai perwakilan dari 28 Kecamatan dan hadir pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro dan juga Paguyuban Pedagang Pasar desa Kapas, Bojonegoro.

Dalam kata sambutanya, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah mengatakan, bahwa Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang di Lanuching merupakan pengejawantahan dari Kartu Pedagang Ngayomi, Ngopeni.

Dimana, di saat Pasangan Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah – Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto (Anna – Wawan) saat berkampanye, memiliki 17 Program Ngayomi dan Ngopeni, salah satunya adalah program untuk padagang tersebut.

“Progam KPP ini, dilaksanakan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro, sebagai penyedia anggaranya. Kebetulan BPR itu milik Pemkab Bojonegoro sendiri,” ungkap bupati wanita pertama di Bojonegoro itu, Rabu (16/1/2019).

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, saat memberikan sambutan, di acara Launching Program Kartu Pedagang Produktif (KPP). Acara digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (16/1/2019) pagi.

Masih menurut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – kepedulian Bu Anna itu, berawal dari keprihatinan orang nomor satu di Kota Ledre ini, karena melihat tingginya bunga pinjaman yang beredar di masyarakat di wilayahnya yang mencapai angka kisaran 30 persen.

“Untuk bunga pinjaman KPP itu hanya 0,5 persen, untuk setiap bulannya. Sehingga jika dihitung, selama setahun pinjaman KPP itu bunganya hanya 6 persen. Ini sangat ringan sekali jika dibanding dengan bunga pinjaman yang menyasar para pedagang di wilayah Kabupaten Bojonegoro itu,” ungkap Politisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu.

Tak hanya dengan Bungan ringan , KPP juga memberikan maksimal pinjaman hingga senilai Rp 25 Juta. Pemegang KPP juga bakal memperoleh pelatihan Kewirausahaan, ada kemudahan Akses Kemitraan, kemudahan Pelayanan Perizinan Usaha, bantuan Pengurusan Sertifikasi Produk dan fasilitasi Hak Paten.

“Pemkab Bojonegoro, sudah memiliki Mall Pelayanan Publik yang berada di Jalan Veteran 39, Bojonegoro. Mall Pelayanan Publik bisa melayani 30 program pelayanan dan 199 kegiatan. Termasuk juga didalammya melayani terkait dengan Kartu Pedagang Produktif (KPP),” ungkap Bu Anna.

Diharapkan, dengan adanya Program KPP ini, bisa meringankan beban pedagang baik dari sisi permodalan maupun perizinan sehingga warga di Kabupaten Bojonegoro ini melakukan pengembangan usaha yang dimilikinya.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, dengan didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Drs Budi Irawanto,M.Pd, berfoto bersama usai memberikan sambutan, di acara Launching Program Kartu Pedagang Produktif (KPP). Acara digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (16/1/2019) pagi.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Ir Agus Hariana,M.Si menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan Launching Kartu Pedagang Produktif adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat kabupaten Bojonegoro terkait dengan program pemberdayaan usaha mikro melalui program kartu pedagang produktif yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan usaha ultra mikro atau usaha mikro, guna menumbuhkan iklim usaha melalui fasilitasi akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, kemudahan akses kemitraan, pelayanan perizinan dan bantuan pengurusan sertifikasi produk halal serta fasilitasi hak paten bagi pedagang yang berada di Kabupaten Bojonegoro ini.

“Dalam Launching KPP ini, dihadiri oleh 230 pedagang, sebagai perwakilan dari para pedagang yang tersebar di 28 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Hingga saat ini, sudah ada 1400 pedagang yang sudah di verifikasi dan dananya sudah disiapkan oleh BPR Bojonegoro untuk dicairkan,” ujar Agus Hariana.

Direktur utama BPR Bojonegoro Sutarmini,SE,MM. kepada rakyatindependen.co.id membenarkan, tentang penyedia anggaran Program KPP adalah BPR Bojonegoro.

“Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan telah melakukan kerjasama untuk pinjaman KPP, dilakukan oleh BPR Bojonegoro. BPR sudah menyiapkan dana pinjaman melalui KPP itu. Jika persyaratan administasinya sudah mencukupi, maka pinjaman KPP dengan bunga 0,5 persen per bulan itu, sudah bisa dicairkan di BPR hari ini juga,” kata Direktur utama BPR Bojonegoro Sutarmini,SE,MM, menegaskan.

Saat ditanya, tentang berapa besar pinjaman melalui Progarm KPP, disebutkan bahwa pinjaman mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, yang bisa diangsur mulai dari satu tahun hingga tiga tahun. Jika pembayaranya bagus pinjaman bisa dinaikkan Rp 5 juta hingga Rp 25 juta.

Salah seorang pedagang asal Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, Edi Kusnanto, mengatakan bahwa dirinya merasa senang jika ada pinjaman dengan bunga lunak yaitu hanya 0,5 persen per bulan dari Pemkab Bojonegoro melalui KPP ini.

“Terima kasih Bu Anna (Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah), karena telah memperhatikan nasib pedagang kecil seperti saya ini, sehingga memberikan pinjaman dengan bunga ringan tersebut,” kata salah seorang pedagang yang memiliki usaha pracangan yang berada di rumahnya itu.

Hadir, Wakil Bupati Bojonegoro Drs Budi Irawanto,M.Pd dan Asisten II Setyo Yuliono, serta undangan lainnya.

**(Kis/Red).

Loading...