Rasa Makin Mantap Nasi Goreng Jrintil, di Growgoland Waterfun, Ngunut, Dander

0 192

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Suasana obyek wisata Growgoland waterfun, di tahun baru 2019, tepatnya di tanggal 1 Januari 2019, menjadi lautan manusia. Hal itu, disebabkan membludaknya pengunjung wisata air di libur awal tahun 2019 itu. Ditambah lagi, dengan Kegiatan Lomba Nasi goreng Jrintil yang digelar oleh Pemerintah desa (Pemdes) Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Sebelum digelar Lomba Nasi Goreng Jrintil, dilaksanakan senam aerobic untuk warga Desa Ngunut dan sekitarnya. Senam diikuti ibu-ibu dan remaja putri itu, digelar di pelatanan obyek wisata Growgoland yang juga menjadi lokasi digelarnya lomba yang sudah digelar selama tiga tahun dan sudah menjadi kalender tahunan desa yang ada di pinggiran hutan itu.

Usai digelar senam, dilanjut dengan pagelaran musik dengan menampilkan artis dari Kota Boonegoro hingga dilaksanakanya lomba nasi goreng jrintil yang diikuti oleh 9 peserta atau 9 tim, untuk setiap tim terdapat tiga orang. Dari masing-masing tim tersebut, mereka mewakili masing-masing RT.

Serunya salah satu tim saat mengikuti lomba Nasi goreng Jrintil yang digelar oleh Pemerintah desa (Pemdes) Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. yang digelar obyek wisata Growgoland Waterfun, Selasa (1/1/2018).

Kades Ngunut Nur Hidayati dalam sambutanya mengatakan, bahwa kegiatan digelar guna menyambut datangnya Tahun baru 2019 dan melestarikan tradisi nasi jrintil yang dikonsumsi oleh warganya itu.

“Kegiatan Lomba Nasi goreng jrintil 2019 digelar untuk menyambut tahun baru 2019. Juga untuk melestarikan tradisi nasi jrintil yang dulu pernah menjadi kesukaan warga Ngunut. Dalam perkembanganya, warga Ngunut membuat kreasi nasi jrintil yang kemudian diolah menjadi nasi goreng yang rasanya lebih lezat dan nikmat,” ungkap Kades Ngunut Nur Hidayati, Selasa (1/1/2019).

Nasi jrintil yang berbahan ketela yang sebelumnya sudah berupa gaplek itu, bisa memberikan rasa nikmat, lezat dengan aroma khas ketela, akhirnya menjadi nasi goreng yang menjadi masakan khas warga Ngunut. Melihat kegemaran masyarakat itu, memberikan inspirasi ke Mbak Ida – panggilan akrab Kades Ngunut – untuk membuat Lomba Nasi goreng Jrintil tersebut.

Kades Ngunut Nur Hidayati saat menyerahkan hadiah Lomba Nasi goreng Jrintil yang digelar oleh Pemerintah desa (Pemdes) Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. yang digelar obyek wisata Growgoland Waterfun, Selasa (1/1/2018).

Dewan juri lomba dihadirkan dari luar Desa Ngunut agar bisa adil saat melakukan penilaian. Tampil, 2 juri yakni, Dian Rahmawati yang aktif sebagai Sekcam Truck dan Siti Asiyah yang sehari-hari bekerja di staf Kantor Kecamatan Dander. Keduanya menyatakan, merasa kesulitan dalam melakukan penilaian sebab hasilnya bagus-bagus.

“Ada kemajuan yang luar biasa dalam Lomba Nasi goreng jrintil tahun 2019. Sebab, semua disajikan dengan bahan alami sehingga bagus untuk kesehatan. Rasanya juga lezat dan enaknya hampir mirip-mirip, hingga membuat dewan juri kesulitan dalam menentukan juaranya,” ungkap wanita yang akrab disapa Bu Dian itu.

Ditambahkan, dengan sajian bagus, tampilan yang bagus dan rasa yang mantap membuat nilainya terpaut tipis antar peserta. Bahkan, dilomba tahun ini, ada peserta yang menambahkan bumbu kencur di nasi goreng jrintil tersebut hingga membuat rasanya top.

Panggung hiburan untuk memeriahkan acara Lomba Nasi goreng Jrintil yang digelar oleh Pemerintah desa (Pemdes) Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. yang digelar obyek wisata Growgoland Waterfun, Selasa (1/1/2018).

Adapun tim yang memperoleh predikat juara I diraih oleh Tim dari RT 020 dengan nilai 183, juara II diraih oleh Tim RT 015 dengan nilai 180, dan juara III digondol Tim RT 005 dengan nilai 178.

Juara Harapan I diraih Tim dari RT 014, dengan nilai 174, juara harapan II diperoleh oleh Tim RT 005 dengan nilai 170 dan Juara harapan III atau juru kunci diraih oleh Tim RT 003 dengan nilai 163.

Mereka yang memenangkan lomba memperoleh hadiah berupa alat-alat dapur yang berasal dari Pemerintah desa Ngunut. Bagi yang tak berhasil meraih predikat juara juga diberikan hadiah hiburan sebab mereka telah bersedia untuk turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Beberapa warga yang berhasil ditemui rakyatindependen.co.id membenarkan jika nasi jrintil sangat disukai di desa Ngunut itu, sejak dulu kala atau sejak nenek moyang mereka.

Jika jaman dulu nasi jrintil dimasak karena warga masih banyak yang miskin dan tanaman padi miliknya gagal panen atau paceklik. Namun, saat ini warga Ngunut makan nasi jrintil bukan karena tak punya beras akan tetapi karena mereka pengen makan nasi jrintil untuk selingan (prapin, Jawa red), karena mereka merasa bosan sebab setiap hari harus makan nasi putih terus.

**(Kis/Adv).

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy