Rapat Andallalin Jembatan Sosrodilogo Trucuk, Bahas Keselamatan Warga Jika Jembatan Itu Dibuka

166

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, menggelar rapat terkait Analisis Dampak Lalu Lintas (Andallalin) Jembatan Sosrodilogo, yaitu jembatan yang melintasi Bengawan solo sebagai penghubungkan Bojonegoro Kota ke Kecamatan Trucuk, di Ruang rapat Batik Madrim, Senin (3/12/2018) siang.

“Sat Lants Polres Bojonegoro mengajak stakeholder untuk membahas tentang win-win solution atas keluhan warga masyarakat, untuk meminimalisir potensi kecelakaan maupun kemacetan lalu lintas yang terjadi di simpang empat Jembatan Sosrodilogo tersebut,” tutur Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto Budi Sutrisno,SH,SIK,MH.

Sebelumnya, warga di wilayah Kecamatan Trucuk mengeluhkan adanya larangan untuk melintasi jembatan Sosrodilogo tersebut. Dimana, dilarangnya melintas dikarenakan jembatan tersebut masih dalam pengerjaan dan belum rampung pelaksanaan pembangunannya.

Dalam paparannya, Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi Sutrisno,SH,SIK,MH, menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain, jika sudut elevasi bibir jembatan dari arah Trucuk menuju perempatan masih tetap curam seperti saat ini, direkomendasikan hanya untuk dilewati kendaraan roda dua saja, dengan ditambahkan “pulau jalan” sebagai pemisah.

“Terkecuali dalam kondisi emergency atau darurat, seperti mengangkut orang sakit atau penanggulangan kejadian kebakaran,” ujar Kasat Lantas yang akrab disapa Mas Aris itu.

Masih menurut Mas Aris, diperlukan rekayasa jalan bagi kendaraan yang hendak menuju Jembatan Sosrodilogo dari arah utara, atau dari Jalan MH Thamrin, dan dari arah timur yaitu Jalan Untung Suropati.

Kendaraan dari dua arah tersebut, tak boleh langsung belok ke arah Jembatan Sosrodilogo melainkan harus menuju ke arah selatan dulu yaitu ke Jalan Rajekwesi dan putar balik di Bundaran Jetak.

“Sedangkan kendaraan yang berasal dari arah barat yaitu dari Jembatan Sosrodilogo, atau kendaraan yang berasal dari wilayah Kecanatan Trucuk jika hendak ke Bojonegoro Kota, harus belok ke kiri dulu melalui Jalan MH Thamrin, setelah itu baru menuju ke tujuan masing-masing,” tutur Kasat Lantas.

Berdasarkan hasil sementara dari rapat pembahasan andallalin Jembatan Sosrodilogo, maka akan segera diterapkan uji coba pada di Jembatan Sosrodilogo tersebut. Di Jembatan Sosrodilogo tersebut akan dilaksnakan dengan sistem buka tutup.

“Di pagi hari pukul 06:00 wib hingga pukul 08:00 wib dan sore hari akan dimulai pukul 16:00 wib hingga pukul 18:00 wib. Hanya saja, untuk pelaksananaan penerapan uji coba tersebut masih belum bisa dipastikan,” ungkap Mas Aris.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar, kepada awak para awak media menjelaskan, bahwa pada prinsipnya, dinas perhubungan sepakat dengan rekomendasi yang di sampaikan oleh Kasat Lantas Polres Bojonegoro.

Iskandar menambahkan, bahwa pihaknya berharap sebaiknya jembatan Sosrodilogo jangan di buka terlebih dahulu secara penuh, walaupun disadari bahwa masyarakat sangat menghendaki jembatan tersebut bisa di lalui. Karena beberapa penyeberangan sekarang ini sudah mulai tutup dikarenakan air sungai Bengawan Solo mulai naik.

“Jika jembatan itu hendak dibuka, mestinya harus ada lampu traffic light yang dari arah barat. Kemudian rambu-rambu lalu-lintas juga belum dipasang. Terus lampu jembatan juga belum ada. Rambu pendahulu petunjuk jalan (RPPJ) juga belum ada,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Is itu.

Ditambahkan, sebetulnya dari sisi keselamatan, jembatan itu belum layak untuk dibuka. Tapi mau bagaimana lagi, soalnya masyarakat sudah menghendaki. Soalnya tujuan untuk membangun jembatan itu juga untuk masyarakat.

“Namun demikian, kita tetap tidak boleh melupakan hal yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas itu. Jadi, untuk apa tergesa-gesa dibuka, kalau malah bikin gak slamet,” tegasnya.

**(Kis/Red).