Potret Pendidikan di SDN Bobol III, Sekar. Keluhkan, Sarpras dan Guru Kurang Memadai

23

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Kondisi sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, masih memprihatinkan. Hal itu bisa dilihat, di sekolah SDN Bobol III Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, yang ruang belajar mengajarnya masih sangat kurang.

Dari 6 (enam) kelas yang ada, SDN Bobol III, hanya memiliki 3 (tiga) ruang kelas. Sehingga setiap satu ruang harus dtempati 2 (ruang) kelas. Tak hanya itu, jumlah guru di sekolah itu hanya ada 3 (tiga) yakni, 2 (dua) guru PNS dan 1 (satu) guru yang berstatus GTT (Guru Tidak tetap).

Kepala sekolah SDN Bobol III Suyoto,S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan jika kondisi sekolah yang dipimpinnya itu kekurangan ruang kelas dan juga kekurangan guru pengajar.

Tampak, murid-murid SDN Bobol III Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang melintasi jalan becek saat hendak berangkat dan pulang sekolah.

“Iya mas. Di sini sarana dan prasarana sangat kurang. Dari 6 kelas hanya ada 3 ruangan, sehingga setiap satu ruang kita jadikan dua ruang dengan cara disekat. Sedangkan, guru juga kurang karena hanya ada 3 guru, yang 2 sudah PNS dan yang satu masih GTT,” tegas Kepala sekolah SDN Bobol III Suyoto,S.Pd.

Ditambahkannya, seorang kepala sekolah (kasek) yang bernama Suyoto itu, berharap ada perhatian dari Bupati Bojonegoro Suyoto agar memberikan bantuan sarana prasarana (sarpras) untuk sekolah yang dipimpinnya itu. Dengan harapan agar anak-anak didiknya bisa belajar dengan baik dan nyaman.

“Kami juga berharap ada tambahan tenaga guru pengajar. Sebab, dengan tiga guru, dengan 6 kelas dan jumlah murid 61 anak, rasanya tenaga pengajar itu sangat kurang. Bagaimana anak-anak bisa pintar jika jumlah gurunya tak memadai,” ungkapnya.

Masih menurut Suyoto, tanah yang ditempati sekolahan saat ini juga bukan milik pemerintah. Separo tanahnya milik warga setempat sedangkan separonya, tanah pinjam pakai lahan milik Perhutani.

Akses jalan di depan sekolah itu, masih ada 1 kilo meter jalan yang masih perawan karena masih belum tersentuh bangunan. Jalan masih berupa tanah liat sehingga jika usai turun hujan maka anak-anak tak bisa pakai sepatu. Kalau pakai sepatu, saat lewat jalan itu harus ‘dicangking’ dulu.

Melalui Rakyat Independen, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah agar segera ada peningkatan pembangunan gedung sekolah dan penambahan guru, sehingga kualitas pendidikan di SDN Bobol III itu akan semakin membaik.

**(Yus/Red).

Loading...
Comments
Loading...