Polsek Kota Bersama Dishub Bojonegoro, Gelar Pembinaan Bagi Operator Angkutan Sungai

55

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Keselamatan penyeberangan di Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro dan Polsek Kota (Polsekta) Bojonegoro.

Hal itu, bisa dilihat dari digelarnya kegiatan pembinaan bagi operator Angkutan Sungai Danau dan penyebrangan (ASDP) atau yang biasa disebut Tukang Tambang. Kegiatan digelar di Balai Desa Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro,Kamis (14 /11/2019).

Dalam kegiatan pembinaan operator ASDP dihadiri Kapolsek Kota Kompol Eko Dhani Rinawan, Kadishub Kabupaten Bojonegoro Adi Wicaksono, Danramil Kota, perangkat desa Kelurahan Ledok Kulon serta Kasyahbandar Tanjung Perak Surabaya serta 130 peserta.

Dalam sambutan, Kadishub Kabupaten Bojonegoro Adie Witjaksono menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini sejatinya merupakan pemberian bimbingan teknis kepada pengusaha atau operator angkutan sungai.

Masih menurut Mas Adi – demikian, Kadishub Bojonegoro Adie Witjaksono, akrab disapa – pihaknya juga menyampaikan materi prosedur keamanan dan keselamatan penumpang. Hal itu, untuk menghindari adanya kecelakaan baik di darat maupun di air, yang terjadi akhir-akhir ini.

Loading...

Ditambahkannya, bahwa semuanya harus sesuai dengan prosedur keselamatan. Itupun masih bisa terjadi hal-hal yang kita tidak diinginkan.

“Tujuannya agar tak terjadi kecelakan angkutan sungai seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Sifatnya lebih pada pembinaan,” ucap Mas Adi, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu, sambutan Kapolsek Kota Bojonegoro, mengatakan dengan adanya pembinaan bagi pengusaha atau operator perahu sangat penting sekali, untuk menambah wawasan dalam hal keamanan dan keselamatan penumpang khususnya. Sebab, kecelakaan angkutan sungai.

Menurutnya, kecelakaan laka air yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini, yaitu terjadinya perahu terbalik saat melintas di sungai, ada yang kelebihan muatan, ada pula angkutannya yang sudah tak sesuai dengan standar yang berlaku.

“Kegiatan ini sangat penting bagi pengusaha atau operator perahu, sehingga untuk meminimalisir kecelakaan di sungai. Harapannya, mereka tak lagi menggunakan angkutan sungai secara sembarangan. Untuk itu, pembinaan ini diberikan kepada pengusaha dan operator perahu penyeberangan sungai, agar mereka lebih paham teknisnya,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Ka Syah Bandar Tanjung Perak Surabaya, dalam bidang angkutan sungai dan danau serta penyampaian materi tentang ketentuan lain yakni PM 39 Tahun 2017 tentang pendaftaran kebangsaan kapal.

Diakhir kegiatan pembinaan diserahkannya pelampung bagi pengusaha atau operator perahu tersebut.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More