Pesan Singkat Via WA Yang Beredar Tentang Waspadai Dokter Palsu di SDN Tondomulo Kedungadem, Adalah Hoax

355

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Wilayah timur Kabupaten Bojonegoro Selasa (7/8/2019) siang, diguncang Isu yang menghebohkan. Adanya pesan singkat (broadcast) yang tersebar melalui WhatsApp (WA) dengan menginformasikan bahwa ada dokter Palsu yang menyebarkan virus HIV dengan cara mengambil sample darah di salah satu SDN Tondomulo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Tak cukup hanya disitu, Selasa (7/8/2018) malam hingga Rabu (8/8/2018) Whatshapp itu, terus di share hingga sambung-menyambung ke seantero wilayah Kabupaten yang dikenal sebagai kabupaten penghasil migas (minyak dan gas bumi) itu.

Kepala Sekolah SDN Tondomulo II saat dikonfirmasi melalui seluler menyampaikan bahwa di sekolahannya tidak ada kejadian tersebut, termasuk juga di SDN Tondomulo lainnya. Sehingga, bisa dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoax.

“Di SDN Tondomulo II nggak ada termasuk di sekolah dasar Tondomulo lainnya, mereka juga menyampaikan hal sama, jika informasi yang di share nelalui WA Itu tidak benar,” tutur Kepala Sekolah SDN 2 Tondomulo Priyanto Utomo, S.Pd.

Plt Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kedungadem Sodiq, kepada rakyatindependen.co.id mengatakan, selain Kepala sekolah SDN 2 Tondomulo, Kepala sekolah SDN Tondomulo I Jumadi, juga menyampaikan bahwa di sekolah yang dipimpinnya tak pernah didatangi seseorang yang mengaku sebagai dokter dan menawarkan test gula darah gratis.

“Menurut Pak Jumadi, tak pernah ada seseorang yang datang ke sekolah yang mengaku sebagai dokter praktek dan menawarkan test gula darah gratis atau sebanganya itu. Termasuk, menurut kepala sekolah SDN Tondomulo III dan IV, juga mengaku tak ada hal yang disampaikan melalui WA yang di share kemana-mana itu,” ungkap Sodiq, Rabu (8/8/2018).

Sementara itu, Kapolsek Kedungadem AKP Agus Elfauzi, S.Sos menegaskan, bahwa informasi yang disebarkan ke masyarakat melalui whatshapp itu tidak benar. Informasi yang beredar adalah berita bohong alias hoax.

Pihaknya sudah mengkonfirmasi baik ke pihak Puskesmas maupun pihak sekolah serta pihak pihak yang disebut dalam isi brondcast tersebut, dan semua menjawab bahwa hal itu tidak benar.

“Sudah kita cek ke semua pihak yang disebutkan disitu, dan semua tidak benar,” jelas Kapolsek Kedungadem AKP Agus Elfauzi, S.Sos, menegaskan,

Pihaknya juga akan menelusuri darimana asal berita tersebut beredar. Sehingga, Kepolisian bisa menindak tegas orang orang yang membuat warga masyarakat resah dengan beredarnya issu tersebut.

“Masyarakat agar tetap tenang, jangan panik. Kita akan telusuri siapa pembuat berita Hoax tersebut. Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatanya karena telah membuat teror hingga masyarakat menjadi resah,” pungkasnya.

Whatshapp berupa pesan singkat yang beredar tersebut bertuliskan :

Waspadai utk para guru / Kepsek

Assalamualaikum. Agar di waspaidai … Dan segera melaporkan jika ada mengaku dari fakultas kedokteran ingin mengukur gula darah atau pengambilan sample darah … Gratis … Segera tolak dan laporkan
Waspada Dokter Palsu
Harap kesediaan anda untuk bantu menangkap mereka dengan cepat jika Anda menemui orang-orang yang berkunjung di depan pintu Anda dan mereka mengatakan mereka berasal dari Fakultas Kedokteran untuk bantu mengukur gula darah secara gratis. Segera informasikan kepada polisi karena orang-orang itu adalah Orang yg ingin menghancurkan Indonesia. Mereka berkunjung Dari rumah ke rumah untuk menyebarkan virus AIDS melalui alat suntik yang mereka bawa. Kabar ini berkembang setelah warga pasuruan, jawa timur banyak yang terinfeksi virus AIDS setelah mendapat cek gula darah gratis yang mengaku dari Fakultas kedokteran.
Hal yang serupa pun terjadi di daerah jogya yang ada beberapa orang yang diduga terinfeksi AIDS setelah melakukan suntik darah untuk tes gula darah yang sama dilakukan oleh yang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran.
Laporan warga kepada kantor kepolisianpun makin marak, Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera melapor kepada aparat polisi bila ada hal yang sama terjadi agar dapat ditangkap beserta barang bukti …
Dan ini sdh terjadi di SDN TONDOMULO Kec Kedungadem Kab Bojonegoro tgl 6 Agust 2018 jam 09.00. Tetapi para guru curiga karena dia memaksa utk mengambil darah, dg alasan mengecek darah murid2.
Jangan lupa segera minta KTP mereka dan laporkan secepatnya, agar tidak timbul korban lebih banyak lagi pada anak2 kita …
(info dr istri Serda Made Ariawan anggota Latpur Dromulo)…” , sehingga para guru, masyarakat dan dinas kesehatan di wilayah Kecamatan Kedungadem sempat dibuat was was.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...