Peringati Harlah NU Ke-96, PCNU Bojonegoro Gelar Istighotsah Kubro, di GOR Dabonsia

89

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Jawa timur, gelar Istighotsah Kubro, yang diselenggarakan di GOR Dabonsia, turut Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Minggu (7/4/2019).

Kegiatan Istighosah Kubro tersebut, digelar guna memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-96. Lebih dari 10.000 Jama’ah datang dari seluruh desa Se-Kabupaten Bojonegoro yang berasal dari unsur NU beserta Badan Otonom (Banom) di semua tingkatan membuat suasana GOR Dabonsia menjadi serba putih.

Hal itu disebabkam, seluruh jamaah istighosah Kubro itu, berpakaian serba putih. Dengan mengusung thema “NU Bersatu Membangun Negeri” membuat suasana GOR menjadi lautan putih.

Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubaid dalam kata sambutanya menyampaikan rasa syukurnya kehadirat Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada warga Nahdliyin ini, sehingga terselenggara Istighosah Akbar di GOR Dabonsia ini, dengan meriah dan khidmat. 

“Kegiatan Harlah NU Ke-96 dengan digelarnya Istighosah Kubro ini, merupakan wujud syukur atas berdirinya NU 96 tahun silam. Kegiatan ini, sekaligus sebagai ajang bersilaturrahmi dengan sesama warga NU disemua tingkatan,” ungkap Cholid Ubed, serius.

Lanjut Cholid Ubed, rasa syukur itu perlu diimplementasikan dalam bentuk gerakan dan tindakan membentengi masyarakat agar senantiasa melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah serta membumikan islam Nusantara yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Segala upaya dan perencanaan program yang matang akan dilaksanakan dalam rangka menjelang 1 abad Harlah NU, sehingga ke depan NU semakin bermanfaat untuk masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Peringati Harlah NU Ke-96, PCNU Bojonegoro Gelar Istighotsah Kubro, di GOR Dabonsia 1
Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed saat memberikan sambutan di acara istighosah Kubro, dalam rangka Harlah NU Ke-96, yang digelar di GOR Dabonsia, turut Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Minggu (7/4/2019).

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dalam kata sambutanya, memberikan apresiasi terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang memasuki usia ke-96 itu.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap PCNU Bojonegoro beserta Badan Otonomnya, yang berhasil menyelenggarakan Istighosah Kubro untuk menandai 96 usia NU dan terus bergerak untuk kemaslahatan bangsa dan Negara tercinta ini,” tegas wanita yang menjadi bupati wanita pertama di Bumi Angling Dharma itu.

Masih menurut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah akrab disapa – bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan dan partisipasi NU dalam merumuskan ideologi pancasila.

Dihadapan para Kyai dan para ribuan pengunjung acara Harlah NU itu, Bu Anna menyamapikan permohonan dan do’anya, agar diberikan kekuatan untuk memimpin Bojonegoro sehingga bisa bermanfaat seluruh masyarakat di Kota Ledre itu.

Dalam sambutannya itu, Bu Anna juga menyinggung berbagai program Pemkab Bojonegoro, salah satunya adalah  mengarah kepada program peningkatan SDM (Sumebr Daya Manusia). Termasuk, Beasiswa skripsi untuk anak yang kurang mampu dan Beasiswa Full Payment untuk kuliah jurusan Scientist.

“Pembangunan infrastruktur Bojonegoro akan terus dilaksanakan. Namun, program SDM warga juga perlu diperhatikan. Dengan begitu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bojonegoro semakin meningkat,”

Tak hanya itu, program pengentasan kemiskinan juga menjadi prioritas dalam kepemimpinan Anna – Wawan. Diharapkan angka kemiskinan di Bojonegoro setiap tahunya bisa turun hingga  2% persen.  

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Pemantapan Kader NU yang disampaikan oleh KH. Syafrudin Syarif yang menjabat aebagai Katib Syuriah PWNU Jawa Timur dan KH. Yahya Kholil Staquf selaku Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sebelumnya, Acara Harlah NU itu, dimulai dengan Tahtimul Qur’an Bil Ghoib  dari Jam’iyyatul Qurro Wal Huffad PCNU Bojonegoro, Pembacaan Sholawat Asyghil oleh Ahbabul Musthofa.

Istighotsah Kubro oleh KH. Imam Hambali Mudrik dan ditutup dengan do’a oleh KH. A. Maimun Syafi’i yang juga Rois Syuriah PCNU Bojonegoro.

**(Kis/Red).