Pemkab Bojonegoro Siapkan Tempat Untuk Relokasi PKL Alun – Alun

63

Tim Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kembali merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di seputaran alun-alun.


Relokasi dilakukan karena bunga trotoar-sebutan lain PKL- telah melanggar amanat Peraturan Daerah (Perda) No 15 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Sebab PKL dalam berjualan menggunakan fasilitas umum (jalan dan trotoar).


“Kami ini sudah menyiapkan lokasi yang tepat dengan berbagai pertimbangan,” ujar Ketua TIM Penataan PKL Bojonegoro, Gunawan,di hari Kamis (9/1/2020).


PKL di seputaran Alun-alun Bojonegoro direlokasi di Jalan Hasyim Asy’ari sebelah utara, kemudian Jl Imam Bonjol ke timur, lalu di Jalan Rajawali.
Di Jalan Hasyim Asy’ari, pemkab telah menyiapkan 60 petak untuk 60 PKL, dan di Jalan Rajawali untuk 73 PKL. Lokasi tersebut telah dilengkapi fasilitas air, listrik, dan masih banyak lagi.”Untuk jamnya, jam 16.00 Wib sampai 24.00 Wib,” ucapnya.


Gunawan berharap, semua PKL bisa melaksanakan perintah yang sudah disampaikan melalui surat tertulis. Dengan rokasi ini, para PKL bisa berjualan dengan aman dan nyaman.”Karena selain mereka telah melanggar Perda, relokasi ini untuk menata dan memperindah kota,” pungkasnya.

Loading...


Sebelumnya, PKL di sepanjang Jalan Pattimura dan Panglima Polim juga sudah direlokasi di area Gedung Produk Unggulan milik Dinas Koperasi dan UMKM. Begitu juga di sekitar Taman Rajekwesi direlokasi ke dalam sebelah selatan taman.


Selain menyiapkan tempat baru, Pemkab Bojonegoro juga akan memberikan bantuan permodalan kepada para PKL melalui program Kartu Pedagang Produktif (KPP) untuk mengembangkan dan memberdayakan usaha mikro dan kecil. Reporter yasir.

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More