Pembangunan Gorong-gorong dan Vero Mangkrak, Warga Desa Pacul, Bojonegoro, Demo Pasang Banner

0 215

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Pembangunan saluran air vero yang berada di Jalan Serma Abdullah, turut Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, kondisinya belum terselesaikan dan terkesan mangkrak.

Pembangunan saluran air (vero) itu, diperkirakan baru diselesaikan sekitar 70 persen dan sisanya 30 persen masih belum tergarap. Padahal, proyek tersebut menggunakan dana APBD-P tahun 2018 lalu.

Kondisi vero yang belum terselesaikan. Ada tumpukan lumpur di sampingnya yang berada di sepertiga badan jalan sehingga mengganggu kendaraan yang melintas di situ. Jika hujan tiba, lumpur yang ditumpuk di badan jalan itu meleleh dan meluber ke tengah jalan sehingga jalan tersebut berubah menjadi licin dan sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintasi jalan itu.

Selain itu, ada 2 (dua) lajur gorong-gorong yang melintas di Jalan Serma Abdullah dan satunya lagi melinas di ujung selatan Jalan Panglima Polim yang keduanya berada di wilayah Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Tampak, tanah bercampur lumpur, yang ditumpuk disamping drainase yang hendak dipasang vero, turut Jalan Serma Abdullah, Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Gorong-gorong sudah terpasang akan tetapi di atas gorong-gorong itu hanya diurug dengan campuran pasir dan batu (sirtu) dan kondisinya bergelombang sehingga sering menjadi penyebab kecelakaan di area proyek yang tak ada papan namanya itu.

Akibat mangkraknya proyek hingga menyebabkan sering terjadinya kecelakaan (laka) lalu lintas, warga setempat membuat tulisan di sebuah banner yang terpasang di sekitar lokasi proyek. Banner sebanyak 3 (tiga) buah itu dipasang di Jalan Serma Abdullah dan di ujung selatan Jalan Panglima Polim, Senin (28/1/2019).

Warga mengkritik dan memprotes pekerjaan gorong-gorong yang mangkarak itu dengan memasang banner yang bertliskan: “Mohon segera diselesaikan..! Sudah banyak korban laka proyek jembatan amburadul”.

Dari pantauan rakyatindependen.co.id di lapangan menyebutkan, proyek memang benar mangkrak sebab tak ada pekerja di situ. Hanya ada, seorang warga yang mencari rosok atau barang bekas dengan memukuli cor bekas gorong-gorong yang lama untuk mengambil besi cornya.

Tampak, tanah bercampur lumpur, yang ditumpuk disamping drainase yang hendak dipasang vero, turut Jalan Serma Abdullah, Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Beberapa warga yang dimintai keterangan, mereka mengaku tak tahu siapa sebetulnya kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Mereka juga membenarkan jika tak ada pemasangan papan nama proyek selama berlangsungnya proyek yang menggunakan uang rakyat itu.

Warga membenarkan, jika sudah beberapa kali ada kecelakaan di sekitar area proyek gorong-gorong dan vero itu. Terutama mereka yang tak pernah lewat situ dan tak tahu kalau ada pembangunan yang belum terselesaikan.

“Jika hujan tiba, di atas gorong-gorong yang belum di aspal dan di sepanjang jalan yang dibangun vero itu jalannya licin sehingga mengakibatkan pengguna jalan terpeleset dan terjatuh dari kendaraanya disitu,” ujar salah seorang warga setempat yang bernisial MT (51).

Salah seorang warga yang berinisial BY (39) mengaku, dirinya pernah dengar jika yang mengerjakan proyek itu adalah seorang kontraktor yang berinisial AH yang usianya sekitar 50 tahun, beralamatkan di wilayah Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro.

“Saya nggak tahu nama cv nya pak. Sebab cv nya, katanya banyak sekali,” katanya sambil minta agar namanya tak dipublikasikan, Selasa (29/1/2019) siang.

**(Kis/Red).