Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang di Sumenep, Direvitalisasi Guna Tingkatkan Kualitas Ekonomi

120

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) merevitalisasi dua pelabuhan yang ada di Kabupaten Sumenep, yakni Pelabuhan Dungkek, dan Gili Iyang.

Revitalisasi kedua pelabuhan tersebut, diharapkan dapat memaksimalkan kualitas ekonomi di kepulauan Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan salah satu langkah untuk memaksimalkan layanan publik, utamanya untuk meningkatkan kualitas kinerja ekonomi. 

Layanan publik, kata dia, bisa berupa layanan dunia usaha, layanan wisatawan dan layanan lainnya yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kinerja ekonomi.

“Revitalisasi pelabuhan merupakan proses pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan semua pihak,” katanya, Senin (13/5/2019).
 
Pelabuhan Dungkek, dan Gili Iyang, dipilih untuk direvitalisasi karena di wilayah setempat terdapat kekayaan yang luar biasa, khususnya di kepulauan Gili Iyang. 

Kekayaan tersebut berupa sumber oksigen terbaik kedua di dunia. Hal itu menyebabkan banyak sekali penduduk di Gili Iyang yang berumur lebih dari 100 tahun, dan mereka masih kuat dan sehat. 

“Selain sumber oksigen, wilayah setempat juga memiliki stalagtit-stalagtit yang begitu indah. Di dunia ini, sektor riil apabila ingin tumbuh dengan cepat bisa dibangun lewat wisata,” tandas Khofifah .

Untuk merevitalisasi kedua pelabuhan tersebut, dibutuhkan dana sebesar Rp60 miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi Jatim yang telah direncanakan sejak 2018. 

“Dengan realisasi dana tersebut diharapkan secara bertahap kualitas bangunan infrastruktur bisa lebih baik. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana wisata di Sumenep bisa dikembangkan. Ini seiring dengan tumbuhnya wisata religi di kabupaten ini,” terangnya. 

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim mengatakan, saat ini wilayahnya mempunyai lima pelabuhan besar, yaitu  Pelabuhan Dungkek, Rajasa, Raas, Sapeken dan Masa Lembu dengan 58 tambatan. 

Sumenep mempunyai 126 pulau. Dari jumlah itu, 46 diantaranya telah berpenghuni. Sedang potensi wisatanya telah banyak dikembangkan oleh Pemkab Sumenep.

“Hanya, persoalan sarana dan prasarana penunjangnya dinilai masih membutuhkan pengembangan lagi,” katanya.

*) Artikel ini sebelumnya sudah tayang di: Sindonews.com

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More