Pagelaran Wayang Kulit Dengan Dalang Muda Ki Akbar Syah Alam, Meriahkan Sedekah bumi Mbah Gerit, Korgan, Purwosari

67

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) –  Pesarean Mbah Gerit yang berada di Dusun Korgan, turut Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, setiap tahunnya selalu digelar acara sedekah bumi atau yang biasa disebut manganan.

Acara Manganan tahun 2019 ini, tradisi turun temurun yang sudah menjadi adat istiadat warga setempat itu, masih rutin dilaksanakan. Hal itu, bisa dilihat dengan digelarnya sedekah bumi yang berlangsung di halaman Pesarean Mbah Gerit, Jum’at (30/8/2019).

Kegiatan manganan tersebut selalu berlangsung dengan meriah, namun tetap khidmat. Siangnya, digelar acara tasyakuran dengan tahlil dan doa bersama. Sedangkan, malam harinya digelar seni wayang kulit semalam suntuk dengan dalang termuda yaitu Ki Akbar Syah Alam dari Nganjuk.

“Warga Dusun Korgan seara bersamas-ama menggelar tahlil dan do’a bersama untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan berkahnya atas panen padi yang melimpah,” ungkap Kades Purwosari H Hariyanto, Jum’at (30/8/2019).

Masih menurut Kades Purwosari H Hariyanto bahwa Pagelaran wayang kulit di Dusun Korgan tersebut mampu menyatukan warga dalam sebuah kebersamaan. Mereka datang ke lokasi acara dan berkumpul sehingga bisa menjadi sarana untuk bersilaturahmi antar warga sehingga mereka nampak guyub rukun.   

Pagelaran Wayang Kulit Dengan Dalang Muda Ki Akbar Syah Alam, Meriahkan Sedekah bumi Mbah Gerit, Korgan, Purwosari 1
Kapolsek Purwosari AKP Yaban,SE bersama Dalang Muda Ki Akbar Syah Alam, di acara Pagelaran Wayang Kulit Dalam rangka Sedekah bumi Mbah Gerit di Dusun Korgan, turut Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (30/8/2019).
Loading...

“Alhamdulillah, warga Dusun Korban ini masih mencintai Wayang kulit yang merupakan budaya asli masyarakat Jawa yang harus di lestarikan,” tegas pria yang akrab disapa Pak Yanto, itu.

Masih menurut Pak Yanto, wayang kulit itu menjadi media para waliyullah termasuk Sunan Bonang untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa ini. Bersyukur , di jaman yang sudah maju dan canggih ini wayang kulit menjadi sebuah media bersilaturahmi dan menjadi perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia ini.

Dalam Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut, penonton yang hadir bisa makan nasi pecel gratis. Sebab, panitia telah menyiapkan 1.650 bungkus nasi pencel untuk siapa saja yang nerkenan hadir dan turut memeriahkan sedekah bumi Dusun Korgan, Desa Purwosari itu.

Berdasarkan pantauan Rakyat Independen di lokasi acara Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk itu menyebutkan, bahwa penonton sangan antusias dikarena mereka ingin turut memeriahkan sedekah bumi sekali mau menonton wayang kulit.

Rata-rata mereka penasaran dengan tampilnya dalang yang masih muda sekali. Dalam memainkan wayang, ternyata tak kalah dengan dalang yang sudah hebat dan tersohor itu.            

Tampak hadir, Camat Purwosari Bayudono Marga jelita, Kapolsek Purwosari AKP YABAN SE, Danramil Purwosari yang diwakili Babinsa Purwosari Serda Yadiman serta undangan lainnya.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More