Ngalap Berkah di Makam Keramat Lancing Kusumo, Clebung, Bubulan

125

Siang itu udara panas menyengat, tapi hal itu tak terjadi di sekitar Makam Keramat Raden Bagus Kusumo, yang berada di tengah hutan jati, turut Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Hari Jum’at tanggal 10 Agustus 2018, digelar sedekah bumi alias bersih desa yang dilaksanakan di pelataran makam yang dihadiri Camat Bubulan Agus Susetyo Hardianto, beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, para undangan dan warga setempat.

Mereka menggelar tahlil dan do’a bersama, yang dipimpin oleh Ustadz Zaenuri yang sehari-hari menjabat PPN Desa Clebung. Sebelumnya, Juru kunci Makam Lancing Kusumo Watimo (75) juga menyampaikan sambutan dengan bahasa jawa Krama Inggil.

Ditemui usai acara tasyakuran, Mbah Watimo (75), demikian akrab disapa, menceritakan tentang sosok Raden Bagus Kusumo atau yang biasa disebut Lancing Kusumo itu, diyakini dulunya adalah seorang prajurit Kerajaan Pajang, yang melarikan diri hingga akhirnya tinggal di desa yang berada di pinggiran hutan itu.

Saat tinggal di Clebung, banyak hal yang diajarkan oleh Raden Bagus Kusumo tentang kehidupan. Hingga, tentang upayanya babat desa Clebung dan mencari sumber air dengan membuatnya menjadi Sendang Clebung, yang saat ini airnya dimanfaatkan warga menjadi sumber air yang dipakai untuk kebutuhan air bersih sehari-hari itu.

Juru kunci makam Raden Bagus Lancing Kusumo, Watimo saat memberikan sambutan di acara Sedekah bumi, di Makam Raden Bagus Lancing Kusumo, yang berada di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (10/8/2018).

Kebaikan yang dilakukan Raden Bagus Kusumo dalam membuka Desa Clebung dan selalu berbuat kebajikan untuk warga di sekitarnya membuatnya, diyakini sebagai seorang prajurit yang dikdaya dan memiliki ilmu yang Linuwih hingga makamnya kini banyak dikunjungi warga untuk datang berziarah dan mendo’akan arwahnya.

“Setiap malam Jum’at sekira pukul 20:00 wib, di makam Lancing Kusumo, digelar jama’ah tahlil dan do’a bersama untuk mendo’akan almarhum. Setiap malam Jum’at ada sekitar 100 orang yang ikut tahlil dan do’a bersama untuk ngalap berkah di makam situ,” ungkap Mas Watimo, Jum’at (10/8/2018).

Ditambahkan, jika hendak mengikuti tahlil dan doa bersama di makam Lancing Kusumo agar mereka menata niat dalam hati untuk mendoakan almarhum agar arwahnya diterima oleh Allah SWT.

“Jangan sampai minta-minta kepada almarhum sebab Mbah Lancing Kusumo itu manusia biasa. Jika setelah mendo’akan almarhum kemudian dimudahkan dalam segala urusan itu semata-mata karena Allah SWT yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Mbah Watimo wanti-wanti.

Masih menurut Mbah Watimo, sering ada jamaah yang datang ke dia menyampaikan kabar gembira bahwa setelah sering mengikuti tahlil dan doa bersama di makam Raden Bagus Kusumo, diberikan kelancaran usahanya.

Ibu-ibu yang sedang mengikuti acara sedekah bumi di Makam Raden Bagus Lancing Kusumo, yang berada di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (10/8/2018).

Tak hanya itu, yang paling banyak berhasil, adalah mereka yang rajin tahlil dan berdoa untuk eyang Lancing Kusumo, selanjutnya mereka cepat naik pangkat atau bisa terpilih menjadi kepala desa, bupati atau bahkan bisa terpilih gubernur.

“Dari mereka yang ngalap berkah, yang paling banyak terkabul itu, mereka yang pengen naik jabatanya, naik pangkat, bisa terpilih sebagai kepala desa atau bupati, dan anggota dewan juga ada,” kata Mbah Watimo menjlentrehkan.

Di akhir bincang-bincangnya, Mbah Watimo berpesan agar manusia selalu berdoa dan berusaha. Jika datang ke makam harusnya suci dari hadast besar dan kecil serta bersih dari niatan yang jahat.

Mbah Watimo juga wanti-wanti agar makam yang suci itu tidak dipakai untuk pacaran atau berbuat maksiat. Termasuk wanita yang sedang menstruasi sebelum 7 (tujuh) hari, tak diperbolehkan masuk ke Makam Raden Bagus Lancing Kusumo.

**(Tim Misteri RI)