Nelayan Asal Kranji Lamongan Meninggal Mendadak Saat Melaut

68

Umur memang tidak ada yang tahu kapan akan berakhir, bisa saja tahun depan 10 tahun mendatang atau bahkan besok. Bahkan ketika kita akan berangkat bekerja pun atau saat tidur ajal bisa datang menjemput.

Seperti nasib seorang nelayan (ABK) dari kapal KMN Bintang Samudra bernama Sulikan, Warga Kranji, Kec Paciran, Kabupaten Lamongan yang tewas mendadak ketika mencari ikan.

Sebelum meninggal, korban mengeluhkan sakit di dada bagian kiri dan nafas sesak. Korban adalah satu dari 42 anak buah kapal (ABK) KMN Bintang Samudra 01 saat mencari ikan, tepatnya di perairan Tuban, Jawa Timur.

“Memang benar ada satu ABK yang meninggal, karena sakit,”kata AKP Wahyu Norman Hidayat, Kasat Reskrim Polres Lamongan, Minggu (8/12/2019).

Kejadian bermula saat KMN BINTANG SAMUDERA 01 yang dinahkodai oleh H Jamaludin berserta 42 ABK lainya berangkat dari pelabuhan Kranji Lamongan menuju perairan Tuban, sekitar pukul 5 pagi.

Loading...

Saat di perairan Tuban untuk mencari ikan, sekitar pukul 09.00 WIB, korban menarik jaring ikan. Saat itu dia mengeluh sakit kepada nahkoda. Setelah itu nahkoda memerintahkan korban beristirahat di ruang anjungan.

“Saat itu, ABK lain bernama Gofar memijit punggung hingga korban tertidur. Namun dibangunkan, korban diam saja. Kemudian denyut nadi tangan kiri dipegang, ternyata tidak ada yang berarti korban sudah meninggal dunia,” terang AKP Wahu Norman Hidayat.

Mendapati korban sudah meninggal, Kasat Polairud Polres Lamongan beserta anggota menjemput KMN Bintang Samudra 01 di Pelabuhan Kranji.

Selanjutnya melakukan evakuasi korban dan membawa korban ke Puskesmas untuk divisum. Haslnya, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban lantas diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (sumberfaktualnews.co)

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More