Kronologi Lengkap, Laka Air dan Ditemukannya Seorang Penambang Pasir Yang Tenggelam di Bengawan Solo, Turut Desa Kabalan, Kanor

0 372

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bekerja mencari nafkah dengan menambang pasir, sudah menjadi aktifitas sehari-hari, bagi warga di bantaran Sungai Bengawan Solo. Termasuk, mereka yang tinggal di sepanjang sungai yang melintasi kawasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu.

Siapa sangka, Suwarno (46) yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir manual itu, masih bisa tenggelam dalam kecelakaan air (Laka Air) hingga meninggal dunia. Padahal, korban terbiasa berenang bahkan korban ahli menyelam. Sebab, seharian korban harus menyelam berkali-kali untuk mengambil pasir di dasar sungai Bengawan solo itu.

Nasib naas, menimpa Suwarno seorang warga Desa Kabalan, RT 001, RW 004, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, karena korban yang mahir berenang itu akhirnya tenggelam di sungai yang setiap hari menjadi ladang untuk mengais rejeki itu.

Muadim (46) yang juga teman korban saat bekerja mengambil pasir dengan menggunakan perahu plat besi dengan ukuran 10 x 2 meter itu, tak berhasil menyelamatkan korban. Muadim, yang mengaku berkali-kali berusaha menolong korban justru korban malah terlepas hingga terseret air aliran bengawan yang lumayan deras itu hingga membuat korban hanyut dan hilang, dalam kejadian Sabtu tanggal 9 Februari 2019, sekitar pukul 17:30 WIB itu.

Beruntung, Faris (11) yang juga anak korban yang masih bersekolah di MI (Madrasah Ibdidaiyah) Kanor itu, berhasil ditolong dan selamat, digendong oleh Muadim hingga di tebing Bengawan yang berada di wilayah Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang di sebelah utaranya masuk wilayah Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu.

Ketiga korban tenggelam, yang diakibatkan saat mereka menarik jangkar hendak menepi untuk menyudahi aktifitasnya karena waktunya sudah senja dan saatnya mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.

Hanya saja, nasib berkata lain, saat korban sedang menarik jangkar Perahu kerek pasir dalam keadaan kosong alias tanpa muatan itu, korban tak kuat menariknya. Sehingga, Muadim yang juga saksi dalam kejadian itu turut menariknya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memutus tali tersebut, yang mengakibatkan perahu terpelanting dan memutar hingga kemasukan air bengawan itu, hingga membuat perahu tersebut tenggelam.

Setelah Muadim berhasil menyelamatkan Faris, selanjutnya dia melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat, yang laporanya kemudian diteruskan ke Mapolsek Kanor dan ke BPBD Bojonegoro.

Masyarakat sekitar, di petang hari hingga malam, Sabtu tanggal 9 Februari 2019, melakukan pencarian atas tenggelamnya korban itu dengan alat seadanya, termasuk dengan menggunakan perahu nelayan warga dan ada yang membantu dengan menyelam. Hanya saja, upaya warga itu belum membuahkan hasil.

Jasad Suwarno korban seorang penambang pasir yang perahunya terguling di Bengawan solo, turut Desa Kabalan, Kecamatan kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (9/2/2019), sekira pukul 16:30 WIB. Yang telah ditemukan oleh masyarakat, Minggu (10/2/2019), sekira pukul 21:20 WIB

Sementara itu, Tim SAR BPBD Bojonegoro, dengan dibantu Tagana, Polsek Kanor, Koramil Kanor, Kepala desa, parades dan Linmas setempat, yang dimulai pencarian Minggu tanggal 10 Februari 2019, dilakukan pencarian sejak pukul 09:00 WIB.

“Pencarian dilakukan dengan menggunakan 1 (satu) perahu fiber dari BPBD Bojonegoro dengan dibantu perahu nelayan milik warga setempat,” demikian disampaiakan Plt Kepala pelaksana BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia melalui Kasi Kesiapsiagaan Eko Susanto,Minggu tanggal 10 Februari 2019, sore.

Ditambahkan, pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran mulai dari TKM (Tempat Kejadian Musibah) hingga ke hilir sekitar 1 kilo meter. Sebelumnya, usai kejadian Sabtu tanggal 9 Februari 2019, sekira pukul 16:30 WIB, sudah dilakukan pencarian hingga malam hari oleh warga setempat namun tak membuahkan hasil.

Rencananya, besok Senin tanggal 11 Februari 2019, korban yang belum ditemukan itu, hendak dilakukan pencarian lagi. Namun, Minggu tanggal 10 Februari 2019, sekira pukul 21:20 WIB, korban ditemukan oleh warga di lorong Dusun Ager-ager, turut Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor yang jaraknya sekitar 2 kilo meter dari TKM (Tempat Kejadian Musibah).

Saat diketemukan, korban sdh dalam keadaan sudah meninggal dunia, dengan posisi telungkup di atas permukaan air Bengawan solo dengan kondisi mengapung. Saat ditemukan, korban masih memakai pakaian lengkap, dengan mengenakan baju hem warna coklat motif kotak-kotak dan celana Pendek warna Hitam.

Begitu korban ditemukan, langsung dievakuasi oleh warga dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Kanor, dengan disaksikan oleh perangkat desa Kabalan, Kanor.

Pjs Kapolsek Kanor, Iptu Hadi waluyo membenarkan, bahwa jasad korban tenggelam di aliran Sungai Bengawan solo, turut Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, telah ditemukan hari 10 Februari 2019, sekira pukul 21:20 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Tubuh korban sudah membengkak, dan sudah keluar darah pada bagian hidung, telinga, dan mulut,” ungkap Pjs Kapolsek Kanor, Iptu Hadi Waluyo, Senin tanggal 11 Februari 2019.

Berdasarkan hasil pemeriksaan korban, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban, sehingga dinyatakan meninggal dunia, murni karena tenggelam.

Selanjutnya, jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red)