Komisi A DPRD Bojonegoro Serap Aspirasi Kegiatan Pilkades di Wilayah Kecamatan Baureno

134

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito, bersama rombongan, hadir di Pendopo Angkling Kusuma Kantor Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (20/5/2019) siang.

Kehadiran Komisi A DPRD Bojonegoro itu, untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala desa (Pilkades) Serentak gelombang II yang bakal diikuti 156 desa Se-Kabupaten Bojonegoro yang digelar tanggal 26 Juni mendatang.

Guna menyerap aspirasi tersebut, Komisi A melalui Camat Baureno, mengundang perwakilan 10 desa di wilayah Kecamatan Baureno yang bakal menggelar pilkades 2019, dengan mengundang Kepala desa, Ketua BPD, ketua panitia pilkades.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito, hadir bersama Donny Bayu Setiawan, Mashuri, Ainu Anngara, Rasijan dan Devita.

Sebagai tuan rumah hadir Camat Baureno Hj Luluk Alifah, Kapolsek Baureno AKP Marjono, Kasipem Kecamatan Baureno Rusmijan, serta staf Kecamatan Baureno lainnya.

“Kehadiran kami adalah untuk menyerap aspirasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan pilkades serentak gelombang II yang saat ini sudah memasuki tahapan pendaftaran gelombang ke-2 ini,” ungkap politisi Gerindra itu, serius.

Berbagai pertanyaan muncul dalam acara tersebut, salah satunya usulan tentang masih adanya pemilih yang tertinggal, padahal di tanggal 26 Juni usianya sudah genap 17 tahun, serta adanya warga yang belum terdaftar.

“Mohon, anggota dewan yang terhormat memberikan solusi kepada panitia, jika hingga DPT ada nama-nam yang punya hak pilih namun belum juga terdaftar. Sebab, jika itu terjadi akan mengarah ke ranah hukum,” ungkap Kades Gajah Mahyun,” tegasnya.

Lanjut Mahyun, solusinya mungkin perlu ada DPT tambahan yang memiliki payung hukum sehingga panitia terlindungi dalam melaksanakan tugasnya.

Muncul pertanyaan bagaimana jika ada 2 bakal calon dan yang satu meninggal dunia atau ada bakal calon yang mengundurkan diri. Dimana, ada 2 bakal calon kades dan yang 1 calon meninggal dunia seperti yang terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

“Masalah yang terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu hingga kini masih menjadi bahasan di Pemkab Bojonegoro. Tentang, bakal calon kades, tak boleh mengundurkan diri, hanya saja hingga sekarang belum ada sanksinya, jika bakal calon itu mundur,” ungkapnya.

Termasuk, pertanyaan tentang pengajuan dana pilkades yang dikwatirkan tak kunjung cair, seperi halnya dengan kegiatan serupa sebelumnya.

“Tentang dana pilkades yang bersumber dari APBD Bojonegoro sudah siap. Sebab, saat ini sudah ada dana yang cair 13 desa dan 81 desa masih dalam proses. Sedangkan, masih ada 62 desa yang belum memasukkan proposal pengajuan dana pilkades,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Anam itu.

Ditambahkan, berbagai saran dan masukan akan dibahas di Komisi A, selanjutnya akan dibahas dengan pihak eksekutif sehingga bisa menyempurnakan aturan yang ada, sehingga ke depan pelaksanaan pilkades di Kabupaten Bojonegoro ini semakin baik dan meraih sukses.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy