Kiai Suyuti Toha Beri Petuah Khofifah Agar Jaga Keislaman Jawa timur

24

BANYUWANGI – Usai berhasil mengantarkan kemenangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024, Kiai Suyuti Toha, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar syukuran bersama warga, muslimat dan relawan.

Acara syukuran ini dihadiri langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, Kiai Roziqi selaku Ketua Tim Pemenangan, H Masnuh, dan juga sejumlah tokoh partai dari Partai Demokrat Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Kiai Suyuti yang juga menjadi bagian dari Tim 9 Pemenangan Khofifah – Emil banyak memberikan petuah kepada Khofifah dalam mengemban amanah warga masyarakat Jawa Timur lima tahun ke depan.

“Pesan saya terutama adalah yang mengelilingi Bu Khofifah itu harus orang baik, dan harus diawasi baik-baik, jangan sampai ada orang yang tukang fitnah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Kiai Suyuti juga menyampaikan bahwa amanah sebagai gubernur bukan amanah yang ringan. Namun artinya harapan masyarakat Jawa Timur banyak ditumpukan pada pemimpinnya yaitu gubernur.

Oleh sebab itu menurut Kiai Suyuti, Khofifah harus menjadi pemimpin yang banyak mendengar. Yang mau menampung aspirasi rakyat dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Terutama masalah kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan. Tidak hanya di Banyuwangi tapu juga seluruh warga Jawa Timur,” tegasnya.

Pasalnya peningkatan kualitas pendidikan butuh ditingkatkan menurut Kiai Suyuti. Terutama pendidikan di lingkungan pesantren.

Selain itu Kiai Suyuti juga memberikan pesan untuk Khofifah terkait keislaman di Jawa Timur. Kiai Suyuti meminta agar Keislaman di Jawa Timur bisa dijaga. Baik dijaga kerukunsnnya dan juga dari segi ajarannya.

“Keislaman Jawa Timur harus dijaga. Begitu juga NU. Saat ini kondidinya NU masih harus ditata dengan bagus. Sekarang masih gini,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan ini Khofifah mengatakan, bahwa Ponpes Mansyaul Huda, Tegaldlimo, Banyuwangi ini merupakan salah satu mikat (tempat berangkat) saat akan maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Ia bersyukur bisa berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Banyuwangi.

Khofifah mengatakan, bahwa ia dan Emil Dardak berkomitmen untuk membangun Jawa Timur dari banyak lini. Termasuk dari segi pendidikan sebagaimana sempat dipesankan oleh Kiai Suyuti.

Pendidikan di pesantren menjadi salah satu fokus Khofifah. Ia ingin memberikan beasiswa S2 pada guru madin yang sudah lulus sarjana agar mampu meningkatkan kualitas lulusan di madrasah diniyah. Terlebih saat ini juga sudah cukup banyak ponpes yang sudah memiliki perguruan tinggi.

“Begitu juga dengan program layanan kesehatan dan kesejahteraan. Kami berupaya untuk memberikan PKH Plus untuk warga Jawa Timur yang lansia dan difabel. Diharapkan ini bisa mengangkat kesejahteraan warga Jatim,” kata Khofifah.

Dua program ini kini sedang diperjuangkan Khofifah untuk bisa masuk dalam RAPBD 2019. Sehingga tahun depan begitu menjabat program beasiswa dan PKH Plus bisa disalurkan pada orang yang tepat.

Sumber: Surya.co.id

Loading...
Comments
Loading...