Kepala Sekolah SMA MT Bojonegoro: Itu Salam Literasi, Jadi Tak Ada Unsur Politis

0 372

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Telah beredar sebuah foto para guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Model Terpadu Bojonegoro, yang viral di media sosial akhirakhir ini. Membuat pihak sekolah melakukan klarifikasi.

Viral setelah diberitakan oleh sejumlah media, yang ditafsirkan mengandung unsur politis. Sehingga pihak sekolah SMA MT Bojonegoro, Kepala sekolah (Kase) SMAN Model Terpadu Bojonegoro Drs Aziz Ghozali, menyampaikan klarifikasi terkait foto tersebut, , Sabtu (2/3/2019).

Pihak sekolah telah berkirim surat kepada redaksi media dimaksud, tertanggal 2 Maret 2019, dengan Nomor: 005/252/101.6.2220/2019, Perihal: Klarifikasi Pemberitaan, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan ditembuskan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wilayah Kabuaten Bojonegoro – Tuban.

Ada tujuh poin klarifikasi yang disampaikan, yakni,

  1. Kami seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mohon maaf, apabila foto yang kami unggah menimbulkan penafsiran yang bias dalam sudut pandang politik;
  2. Foto tersebut diambil secara spontan, dengan posisi jari menunjukkan salam literasi, yang mana salam tersebut telah dipakai secara masif dalam kegiatan pengembangan literasi di lingkungan pendidikan di Indonesia sejak tahun 2017, baik di wilayah Provinsi Jawa Timur maupun di Kabupaten Bojonegoro. Adapun literasi saat ini memang menjadi salah satu program yang digalakkan untuk meningkatkan minat baca dan tulis para siswa di SMAN Model Terpadu Boonegoro;
  3. Foto tersebut diambil dengan tidak ada maksud sedikitpun untuk menunjukkan dukungan pada paslon tertentu maupun dukungan dalam kontestasi politik;
  4. Kami menyayangkan adanya berita yang diunggah salah satu platform berita online yang tidak terlebih dahulu melakukan prosedur jurnalistik dan konfirmasi kepada kami sebagai sumber berita;
  5. Foto tersebut diambil tanggal 11 Februari 2019, sebagai bentuk dokumentasi atas perubahan struktur kepemimpinan sekolah;
  6. Kami sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan selalu berkomitmen mendukung program-program Pemerintah Provinsi Jawa Timur;
  7. Kami sangan menjunjung tinggi azas mufakat dengan semangat kekeluargaan sebagai dasar penyelesaian masalah. Adapun kami senantiasa menjunjung tinggi prosedur yang berlaku.

Kepala SMAN Model Terpadu Bojonegoro, Drs Aziz Ghozali, kepada para awak media menuturkan, selain kepada media tersebut, juga telah mengirimkan surat klarifikasi tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dengan tembusan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wilayah Bojonegoro – Tuban.

“Kami sudah mengirimkan surat klarifikasi kepada pihak terkait,” ungkapnya.

**(Kis/Red).