Kebakaran Toko Ponsel di Cengungklung, Gayam, Berhasil Dipadamkan Oleh Warga, Sebelum Damkar Tiba di Lokasi Kejadian

66

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Musibah kebakaran terus berlangsung di wilayah Kabupaten Bojonegoro Jawa timur. Kali ini, kebakaran dialami oleh sebuah toko ponsel yang berada di Desa Cengungklung, RT 011, RW 002, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Peristiwa kebakaran itu terjadi Selasa (20/8/2019) sekira pukul 06:20 WIB. Saat itu, toko sedang tutup dan seorang tetangga menghirup bau asap yang tak sedap seperti karet yang terbakar. Sehingga masyarakat sekitar mencaritahu asal asap tersebut.

Ternyata, asap itu berasal toko ponsel atau yang biasa disebut konter handphone (HP) milik Kasrini (41) yang berada di Desa Cengungklung itu, dalam kondisi masih tertutup rapat alias belum buka. Sehingga, pintu toko tersebut didobbrak oleh warga agar mereka bisa memadamkan api kebakaran yang sudah menyala itu.

Kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik tersebut, membuat warga langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Setelah berhasil dipadamkan, Mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang berasal dari Pos Bantu Padangan baru tiba di lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Kabid Pemadaman Sukirno membenarkan adanya kejadian terbakarnya toko ponsel yang berada di Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam itu.

Loading...

“Api sudah berhasil diapdamkan oleh warga sekira pukul 07:10 WIB. Saat 2 unit Damkar dari Pos Padangan tiba di lokasi kejadian, sehingga personil damkar tinggal melakukan pembasahan atau pendinginan lokasi,“ tegas pria yang akrab disapa Mas Kirno itu.

Masih Mas Kirno, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materi (kermat) dieprkirakan sekitar Rp 5 juta. Yang meliputi, 5 buah HP hangus terbakar, 1 power sigra dan 1 blower.

Turut melakukan pemadaman, anggota Posramil Gayam, anggota Polsek Gayam, Perangkat Desa Cengugklung dan warga sekitar.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More