Kebakaran Di Pasar Sidoarjo Lamongan, Beberapa Toko Ludes Terbakar

32

Lamongan – Kebakaran Di Pasar Sidoarjo Lamongan, Beberapa Toko Ludes Terbakar, Ditengah musim kemarau yang terik ini, kebakaran memang mudah terjadi, seperti yang terjadi di Pasar Sidoarjo, Kabupaten Lamongan. Satu diantara deretan stan pasar tersebut ludes terbakar.

Stan pasar yang berubah fungsi jadi warung terbakar diduga akibat api dari tumpukan sampah yang ada belakang stan.

Saat api melumatkan semua isi warung dan sebagian bangunan bagi depan, belakang serta plavon warung milik Herman (30) warga Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu ini dalam kondisi tutup.

“Saat kejadian ini tadi tutup, jam siang mau ganti penunggunya,” ungkap Adi Susanto, pemilik salah satu stan Barat korban.

Api yang sudah melumatkan semua barang dan bangunan bagian dalam untungnya cepat bisa dilokalisir dan dipadamkan bantuan tiga armada PMK yang dikerahkan petugas ke lokasi kejadian.

Kebakaran di Pasar Sidoarjo ini sempat menjadi tuntutan masyarakat. Meski pelataran pasar padat dengan lalu lalang kendaraan PMK.

Selain dipadati warga, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat didampingi Kanit II Tipiter, Iptu Kusen dan anggota Sat Reskrim langsung terjun ke TKP.

Kebakaran Di Pasar Sidoarjo Lamongan

“Kalau penyebabnya masih menunggu hasil olah TKP. Ini masih panas, kita belum bisa masuk,” kata Norman kepada TribunJatim.com di TKP.

Norman mengatakan, ada beberapa kemungkinan penyebabnya, bisa karena konsleting listrik, kompor atau bahkan pembakaran sampah.

Petugas PMK melakukan pembahasan untuk menghindari kemungkinan munculnya bara api yang bisa memicu kembali timbulnya api.

Insiden kebakaran ini merupakan kebakaran yang ke-18 di Lamongan dalam dua bulan terakhir ini.

Kebakaran Juga Terjadi di Deket Lamongan

Sebelumnya sebuah kebarakan juga terjadi di Rumah milik warga di dusun Pondok, Desa PandanPancur, Kec Deket. Rumah ini adalah rumah milik KOmsatun.

Menurut saksi, Galuh Fajar Nur Utama (30) warga Pondok Desa Pandanpancur, musibah kebakaran diketahui sumber api berasal dari sisa pembakaran sampah di belakang rumah yang dilakukan oleh anak menantu korban, Rini.

Usai menyalakan pada tumpukan sampah, Rini meninggalkannya begitu saja. Dan bahkan diperkirakan oleh Rini, api sudah padam.”Ditinggal ke pasar begitu saja setelah membakar sampah,” ungkap Komasatun

Ternyata masih ada bara api, dan sisa api pembakaran sampah itulah yang tertiup angin dan menjalar ke tumpukan kayu dan dinding dapur yang terbuat dari gedeg yang berjarak lebih kurang 1 Meter dari tempat pembakaran sampah.

Lantaran tidak diketahui ada siapapun, api itu meludeskan rumah korban berukuran 8 x 22 meter itu.

Isi rumah berupa pakaian dan perabot rumah habis terbakar dan hanya tersisa dinding tembok saja.

Hembusan angin yang begitu kuat membuat api begitu cepat melumatkan rumah korban.
Petugas PMK datang ke lokasi kejadian berselang 15 menit setelah api mengepung rumah korban.

Petugas PMK tiba di lakasi tinggal melakukan pembasahan hingga diyakini tidak ada lagi api sekecil apapun.

Upaya warga sekitar tak mampu menyelematkan rumah korban. Dan hanya mampu melokalisir api hingga tak sampai menjalar ke rumah terdekat lainnya. Untungnya kejadian ini tidak ada korban jiwa.

“Akibat kejadian ini korban menderita kerugian mencapai sekitar Rp. 200 juta,” kata Kapolsek Deket, AKP Sunaryo Putro.