Kebakaran di Parengan, Tuban, Seorang Meninggal dunia, Rumah dan Toko Ludes Terbakar

160

TUBAN (RAKYAT INDEPENDEN) – Terjadi musibah kebakaran rumah dan toko yang menelan korban jiwa dengan kerugian hingga ratusan juta, di wilayah Kabupeten Tuban, Jawa timur, Minggu (20/1/2019).

Musibah kebakaran itu menimpa rumah dan toko milik Yakur Suhadi (48) warga RT 006, RW 001, Dusun Ponco, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Kabupeten Tuban, yang diduga penyebab kebakaran tersebut berasal dari percikan api yang dinyalakan oleh korban yang dekat dengan pengisian bahan bakar minyak (bbm) yang ada di dalam Botol miliknya itu.

Guna memadamkan Si Jago Merah yang mengamuk itu, pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, dimintai bantuan untuk turut memadamkan kebakaran di wilayah yang dikenal dengan sebutan Ponco itu.

Informasi kebakaran terjadi sekira pukul 12:15 WIB dan dilaporkan ke Pos Kota Damkar Bojonegoro sekira pukul 12:20 WIB. Mobil Damkar beserta personilnya, tiba di TKM (Tempat kejadian Musibah) sekira pukul sekira pukul 12:32 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Kabid Pemadaman Sukirno membenarkan adanya permintaan dari Pemkab Tuban, agar Damkar Bojonegoro turut melakukan pemadaman kebakaran di Ponco, Suciharjo, Parengan itu.

“Damkar Bojonegoro membeck up atau turut memadamkan kebakaran di wilayah Kecamatan Parengan Tuban. Sebab, antara Bojonegoro, Tuban, Blora sudah ada kesepakatan untuk saling membantu, termasuk membantu memadamkan kebakaran ini,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Kirno itu.

Ditambahkan, dengan kesigapan para persolnil Damkar yang diterjunkan di TKM, api berhasil dipadamkan sekira pukul 13:45 WIB.

Masih menurut Mas Kirno, diduga api berasal dari percikan api yang dinyalakan oleh korban yang dekat dengan pengisian bbm (bahan bakar minyak) yang ada di dalam Botol di rumahnya itu. Tanpa disadari korban, ternyata api dengan cepat menyulut bbm tersebut hingga membuat korban berusaha memadamkan kobaran api tersebut.

“Namun naas dialami Yuliatin (45) yaitu suami Yakur Suhadi (48) yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala dusun di desanya itu, sebab api yang hendak dipadamkan itu, justru malah membakar sekujur tubuhnya. Sehingga membuat Yuliatin mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya itu, yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Mas Kirno.

Sedangkan, lanjut Mas Kirno, Indah (21) anak korban itu, mengalami luka bakar dan hingga berita ini diunggah, dia masih dalam perawatan medis di salah satu Rumah Sakit yang ada di Bojonegoro Kota itu.

“Yuliatin (45) menghembuskan nafas yang terakhir kalinya, saat masih dalam perawatan medis di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro,” kata Mas Kirno Menegaskan.

Adapun, kerugian musibah kebakaran itu ditaksir mencapai angka seratus juta rupiah. Untuk unsur yang terlibat dalam pemadaman tersebut, berasal dari Polsek Parengan, Koramil Parengan, Satpol PP Kecamatan Parengan dan dibantu oleh warga setempat.

**(Kis/Red).

Loading...