Kapolres Bojonegoro: Jangan Ada Pengerahan Massa Besar-Besaran Dalam Kampanye Pilkades Serentak 2019

196

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, akan segera memasuki, Kampanye Umum, yang bakal selama 3 (tiga) hari, yakni, Selasa, Rabu, Kamis, (18 – 19 – 20/2019).

Berkaitan hal tersebut, Kapolres Bojonegoro, AKPB Ary Fadli,SIK,MH,M.SI, menghimbau kepada para calon kepala desa (cakades) berikut para pendukungnya untuk tidak melakukan pengerahan massa secara besar-besaran, karena hal itu dapat berpotensi terjadinya gesekan antar pendukung.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, di sela-sela kegiatan Jalan Santai dan Senam Bersama dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019, di seputaran alun-alun Bojonegoro, Minggu (16/6/2019) pagi.

Masih menurut Kapolres, pihaknya mengatakan bahwa untuk pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2019, Polres Bojonegoro mengamankan melalui operasi pengamanan, dengan sandi “Operasi Mantab Praja Angling Dharma 2019, yang efektif mulai dilaksanakan tanggal 13 Juni 2019 hingga 10 September 2019 mendatang.

“Operasi tersebut guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan pada setiap tahapan yang dapat menghambat dan mengganggu serta menggagalkan penyelenggaraan pilkades serentak di Bojonegoro,” tutur Kapolres AKBP Ary Fadli.

Loading...

Kapolres menuturkan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan yang mungkin timbul dalam tahapan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Bojonegoro.

Ditambahkan, hingga tahap Penetapan Calon dan Pengundian Nomor Urut Calon serta Pengumuman Calon Kepala Desa, kondisi wilayah hukum Polres Bojonegoro masih berjalan dengan aman dan lancar.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pilkades serentak di Kabupaten Bojonegoro, sehingga sampai saat ini masih berjalan dengan aman dan lancar,” tutur Kapolres AKBP Ary Fadli.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan bahwa dalam tahapan selanjutnya, yaitu tahap Kampanye Umum, ada potensi gangguan atau kerawanan yang dimungkinkan terjadi, di antaranya adanya nanuver politik dari calon dan tim sukses maupun pendukungnya; black campign atau kampanye hitam; pengerahan massa atau pendukung; kemacetan arus lalu-lintas saat kampanye terbuka; sabotase oleh pihak lawan, dan potensi timbulya bentrok antar pendukung.

“Untuk itu, kami imbau kepada para calon kepala desa dan para pendukungnya, untuk tidak melakukan pengerahan massa besar-besaran saat pelaksanaan kampaye umum,” tutur Kapolres.

Perlu diketahui, bahwa pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro bakal digelar Rabu (26/6/2019) mendatang. Pilkades bakal digelar secara serentak di 54 desa di 27 kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro.

Guna pengamanan pilkades serentak tersebut, Polres Bojonegoro akan menerjunkan 1.617 personel gabungan, yang terdiri dari 697 personel Polres Bojonegoro; 550 personel BKO Polres jajaran Polda Jatim; 100 personel Dalmas dari polres tetangga, yaitu Polres Tuban, Lamongan, Nganjuk dan Ngawi; 100 personel.

Tak hanya itu, bantuan keamanan juga datang dari Sat Brimob Polda Jatim; dan 30 personel Anti Anarkis dari Sat Brimob Polda Jatim; serta 10 personel Unit Penjinak Bom (Jibom) Polda Jatim, serta 130 personel lainnya yang merupakan Kompi Siaga di Mapolres Bojonegoro, untuk membackup jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More