Kapolres Bojonegoro Bersama Forpimda Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2019

59

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung meriah sekaligus khidmad. Kegiatan dipusatkan di Alun-alun Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (22/10/2019).

Acara diperingati dalam bentuk upacara yang diikuti oleh TNI Polri, pelajar dan santri dari berbagai Pondok pesantren, sekolah yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini.

Selaku inspektur upacara adalah Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muáwanah, turut hadir dalam upacara Wakil Bupati Bojonegoro Drs Budi Irawanto M.Pd, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK MH MSi, Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH. Alamul Huda, Ketua Syuriah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Bojonegoro KH. maimun Syafi’i , dan Organisasi Massa lainya di Bojonegoro.

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan oleh Bupati menekankan peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multi kultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Loading...

“Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.” ucap Bupati.

Kapolres Bojonegoro Bersama Forpimda Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2019 1
Kapolres Bojonegoro Bersama Forpimda foto bareng usai mengikuti Upacara Hari Santri Nasional 2019 yang digelar di Alun-alun Kota Bojonegoro, Senin (22/10/2019).

Lebih lanjut Bupati menegaskan, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya “Resolusi Jihad 1945”, hingga melawan pemberontakan PKI misalnya, tidak lepas dari peran kalangan pesantren.

Sampai hari ini pun komitmen santrisebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah airsebagian dari iman).

“Resolusi jihad sebagai bukti, santri turut andil dalam Menjaga kemerdekaan RI” ucap Anna Muáwanah.

Dihubungi terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, dalam kesempatan tersebut mengatakan, penetapan hari santri sebagai penghargaan negara kepada para santri dan ulama. Peran besar ulama, kiai, para santri dalam masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disamping itu keberadaan para tokoh agama, ulama dan pimpinan pondok pesantren khususnya dalam perannya mencegah radikalisme di Bojonegoro sangat dibutuhkan keberadaannya.

“Demikian pula dengan kontribusi ulama, santri dalam menjaga Kamtibmas di Bojonegoro. Sering kali kita berkolaborasi dan bekerjasama dalam menjaga dan menciptakan Kamtibmas yang kondusif. Sinergi dan silaturahmi ini diharapkan tetap terjalin dengan baik untuk bersama-sama menjaga Bojonegoro aman, Jogo Jawa Timur untuk Indonesia Maju.” ucap Ary Fadli.

“Mewakili seluruh anggota Polres Bojonegoro, staf dan Bhayangkari,  kami ucapkan selamat hari Santri Nasional 2019. “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More