Kapolres Bojonegoro Beri Pembinaan Soal Perkelahian Murid dengan Guru, di SMAN 1 Tambakrejo, Bojonegoro

219

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Perkelahian antar pelajar di ruang kelas, yang terjadi di SMA Negeri Tambakrejo, yang berada di wilayah Cabang Dinas Pprovinsi Jawa timur, memasuki tahap mediasi atau yang biasa disebut pembinaan.

Hal itu, setelah dilakukan pemangilan kepada sejumlah siswa, guru, Kepala sekolah (kasek) dan Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim yang meliputi wilayah Kabupaten Bojonegoro-Tuban itu.

Pemanggilan dilakukan oleh Polres Bojonegoro untuk dilakukan sebuah pembinaan. Tak tanggung-tanggung, pembinaan tersebut dilakukan langsung oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, yang digelar di ruang gelar perkara lantai II Mapolres Bojonegoro, Jumat (12/4/2019) pagi.

Dalam keterangannya kepada para awak media, orang nomor satu di Jajaran Polres Bojonegoro itu mengatakan, bahwa tujuan dipanggilnya semua pihak yang diduga terlibat adanya salah faham hingga berujung pada perkelahian antar murid dan guru itu untuk dilakukan diklarifikasi.

Dimana, klarifikasi tersebut dengan menghadirkan kedua belah pihak agar mengetahui duduk masalahnya sehingga mereka bisa saling memahami dan dapat mengambil langkah perdamaian dari kejadian perkelahian yang terjadi, tanggal 26 Maret yang lalu.

“Syukurlah, dalam pertemuan tersebut telah berhasil diambil jalan tengah yaitu dengan adanya sebuah perdamaian di kedua belah pihak. Dengan sebuah harapan, semoga kejadian serupa tidak akan terulang kembali di SMAN 1 Tambakrejo atau di sekolah-sekolah lain,” ungkapnya.

Masih menurut Kapolres, agar semua bisa memposisikan peran masing-masing, yakni siswa menjadi murid yang baik, guru bisa jadi pengajar yang baik dan sesuai tugasnya serta orang tua turut berperan dalam mendidik akhlak atau budi putra-putrinya saat anak sedang berada di rumah.

“Apabila semua berperan dalam posisi masing – masing, saya yakin pendidikan akan berjalan dengan lancar dan harmonis tanpa ada suatu permasalahan yang berarti,” jelasnya.

Secara terpisah, Keapla Sekolah SMA Negeri 1 Tambakrejo Muhadi, kepada rakyatindependen.co.id mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyesalkan masalah yang menimpa sekolah yang dipimpinnya itu.

Pihaknya berjanji bakal meningkatkan mutu serta ketertiban di ruang lingkup sekolahnya agar tercipta suatu suasana belajar mengajar yang kondusif.

“Budaya salam, senyum, sapa, sopan dan santun akan kami tekankan baik ke siswa maupun ke para tenaga pengajar. Sehingga, kami pastikan kejadian semacam ini tak akan terulang kembali,” tegasnya.

**(Kis/Red).