Jembatan Sosrodilogo Dipastikan Rampung Akhir Tahun 2018 Ini. Warga: Minta Diresmikan Nanggap Wayang

0 577

Ada kegembiraan tersendiri yang tersirat di wajah warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Hal itu dikarenakan jembatan penghubung dari wilayah Kecamatan Trucuk ke Bojonegoro Kota atau sebaliknya itu sudah hampir rampung dikerjakan, di penghujung tahun 2018 ini.

Walaupun sempat molor dari jadwal yang ditentukan, akhirnya jembatan yang menyeberangi Bengawan solo dan diberi nama Jembatan Sosrodilogo itu, berhasil diselesaikan di akhir tahun 2018 ini.

Moornya pembangunan jembatan ini cukup lama, yaitu terlambat hingga setahun. Jembatan yang diawali dibangun sejak 2016 ini, dijadwalkan bisa rampung di akhir 2017 silam. Ada banyak kendala yang dialami oleh PT Bintang Sembilan Indah, Malang, Jawa timur, selaku pemenang tender jembatan tersebut. Mulai dari adanya banjir, hingga masalah teknis lainnya.

Jembatan Sosrodilogo yang dibangun sejak era Bupati Bojonegoro Suyoto itu, dikerjakan sejak Februari 2016, dengan tahap awal menggunakan dana Rp 25 miliar memanfaatkan anggaran APBD 2016. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun pondasi jembatan yang melintasi aliran Sungai Bengawan solo itu.

Tahun 2017, pembangunan jembatan Sosrodilogo menyerap dana APBD Bojonegoro sebesar Rp 58 miliar. Dana sebesar itu adalah untuk membangun kerangka jembatan dengan panjang 145 meter dan lebar 9,75 meter itu.

Tampak, lalu lalang kendaraan yang dari Jembatan Sosrodilogo ke perempatan Klangon, Bojonegoro Kota, yang terkesan smrawut karena traffic light yang belum difungsikan,, Selasa (25/12/2018).

Tak hanya itu, juga masih ada dana tambahan untuk penyempurnaan landscape hingga total biaya pembangunan Jembatan Sosrodilogo mencapai Rp 100 miliar.

Guna mempertanggung jawabkan keterlambatan tersebut, pihak kontraktor telah dikenakan denda per hari Rp 9 juta, terhitung sejak 1 Januari 2018 hingga berhasil dselesaikannya pembangunan jembatan itu.

Saat ini, Pembangunan Jembatan Sosrodilogo sudah hampir rampung, tinggal melakukan pemasangan lampu jembatan dan lampu penerangan jalan di sepanjang pintu masuk dan pintu keluar jembatan tersebut.

Jembatan telah dilakukan pengecatan dan lampu yang ada di jembatan telah terpasang, sedangkan untuk lampu penerangan jalan, tiangnya telah terpasang. Diperkirakan tanggal 27 Desember lampu sudah bisa menyala. Karena menurut salah seorang pekerjanya, tinggal menunggu izin sambungan dari PLN keluar.

Yang menjadi persoalan baru sekarang adalah kondisi ramainya lalu lintas di perempatan Klangon tersebut. Dulu Klangon itu adalah pertigaan, yakni dari timur Jalan Untung Suropati, dari utara Jalan MH Thamrin dan dari selatan ada Jalan Rajekwesi. Sekarang, setelah ada jembatan Sosrodilogo pertigaan klangon itu berubah menjadi perempatan karena ada jalan dari barat yaitu dari Jembatan Sosrodilogo yang menjadi penghubung Trucuk ke Bojonegoro kota.

Tampak, pintu masuk jembatan Sosrodilogo ke wilayah Kecamatan Trucuk, yang sedang dilakukan finising pekerjaan yang sudah hampir rampung, Selasa (25/12/2018).

Derasnya arus lalu intas dari Jembatan Sosrodilogo membuat perempatan traffic light Klangon sering terjadi macet. Apalagi, dari jembatan Sosrodilogo itu sudah ada lampu “abang ijo” tapi belum menyala atau belum difungsikan. Sehingga membuat, arus lalu lintas di situ terkesan semrawut.

Karena lampu traffic ight dari arah Jembatan Sosrodilogo belum berfungsi sehingga, aksi saling serobot menjadi pemandangan yang membuat olahraga jantung. Sebab, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas di situ. Makanya, harus selalu berhati-hati dan waspada saat melintasi perempatan Klangon itu.

Kondisi perempatan Klangon adalah jalan nasional, maka bakal rawan macet di saat menjelang tahun baru 2019 mendatang. Arus lalu lintas menjelang tahun baru yang intensitasnya cukup tinggi, membutuhkan adanya rekayasa lalu lintas.

Tak boleh hanya dengan teori saja, akan tetapi pihak terkait baik Sat Lantas Polres Bojonegoro dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, harus berjaga alias ngepam di lokasi perempatan Klangon itu. Jika ingin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menikmati libur lebaran bisa terjaga dengan baik, perlu ada rambu-rambu hidup atau petugas yang berjaga secara nonstop sebelum hingga sesudah perayaan tahun baru 2019 itu.

Di sisi lain, kegembiraan warga di wilayah Kecamatan Trucuk harus diapresiasi. Hal itu tampak, saat penulis ngobrol dengan salah seorang warga Trucuk yang rumahnya ada di barat Jembatan Sosrodilogo itu. Dia menyatakan kegembiraanya atas rampungnya, pembangunan Jembatan Sosrodilogo tersebut. Menurutnya, setelah jembatan selesai dibangun, lebih afdholnya harus dilakukan peresmian.

“Yo kudhu diresmikan Pak. Syukuran, karo ditanggapno Wayang kulit sing dalange uaphik : Ya harus Diresmikan Pak. Syukuran dengan pertunjukan Wayang kulit yang dalangnya bagus,” katanya dengan logat Khas Jonegaran.

Penulis: Sukisno
Pemimpin Redaksi (Pemred) Rakyat Independen.co.id