Jelang Hari Bhayangkara Ke-73, Polres Bojonegoro Gelar Napak Tilas dan Do’a Bersama, di Khayangan Api

137

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Polres Bojonegoro gelar napak tilas dan do’a bersama menyambut Hari Bhayangkara ke-73 Tahun 2019, yang digelar di Obyek Wisata Api Abadi Khayangan api yang berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (29/6/2019).

Kegiatan tersebut, sekaligus untuk menghidupkan dan melestarikan budaya sekaligus mengenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dan Jajaran Forpimda Bojonegoro, Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto, Ketua FKUB Bojonegoro KH Alamul Huda.

Hadir pula, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bojonegoro, Kapolsek Jajaran Polres Bojonegoro, Camat se Kabupaten Bojonegoro, Juru kunci Khayangan Api, PJU (Pejabat Utama) Polres Bojonegoro, Bhayangkari, dan anggota serta undangan lainnya.

Disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK SH MSi bahwa kegiatan tradisi Bhayangkara tahun 2019 dan Doa Bersama di Obyek Wisata Khayangan Api itu dilaksanakan yang ke dua kalinya,

Loading...

“Kegiatan ini merupakan yang ke dua kalinya, ke depan setiap jelang peringatan Hari Bhayangkara, kita lakukan syukuran di Khayangan Api ini. Sebab, cikal bakal pasukan Bhayangkara yang saat ini ada, berawal dari tempat ini,” ungkap Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, Sabtu (29/6/2019).

Pada kegiatan Napak Tilas dan Doa Bersama juga dilakukan drama tari pembuatan Keris Luk Telu dan penyerahan keris dari Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah kepada Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si.

Tak hanya itu, dalam prosesi napak tilas itu, ada pengucapan Tri Brata yang ditirukan oleh seluruh anggota Polri yang memadati halaman sumber api abadi Khayangan api itu.

Perlu diketahui, konon Kayangan api merupakan lokasi seorang empu yang sakti dalam membuat pusaka dan sebagai lokasi untuk menggembleng Pasukan Bhayangkara yang merupakan pasukan Elit Majapahit, dan nama Bhayangkara itu kemudian diadopsi oleh Polri.

**(Kis/Red).

Top of Form


Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More