Guru Ngaji Bejat Cabuli 4 Santriwati Di Dukun Gresik

26

Berita Gresik – Guru ngaji bejat ini bernama Husnun Nadif Jaelani dia diamankan oleh Satreskrim Polres Gresik karena melakuakn pencabulan terhadap empat orang santrinya sendiri.

Pria warga Desa Bangeran Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, ini sempat kabur ke wilayah Madura selama sebulan lebih. Namun, pelarian bapak tiga orang anak itu akhirnya berhasil diendus petugas.

Pengajar ilmu agama di sebuah Ponpes di wilayah Gresik itu ditangkap saat berada di musala Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik, pada 07 Maret 2018 lalu.

Sebelum mencabuli santriwatinya, awalnya pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya itu, pelaku diam-diam menyelinap ke asrama putri pada malam hari.

Di situ pelaku lalu mendekati salah satu korban yang sedang tertidur pulas. Tangan pelaku lalu bergerilya dengan meremas payudara korban sambil menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke alat vital korban.

Di hadapan wartawan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia pun menyebut satu persatu nama korban yang telah dicabulinya. Antara lain NF, NA, ZR, dan FN yang masih berusia 12 hingga 14 tahun. “Ada 9 santriwati tapi yang saya cabuli hanya 4 santriwati,” ucap pelaku, Senin (12/3/2018).

Dia mengatakan, aksi bejat itu dilakukan pelaku secara spontan saat santriwati tertidur. Dia juga berdalih tidak pernah mengancam korban. Hanya saja dia berkata kepada korban untuk tidak bilang kepada siapa-siapa.

“Saya suruh mereka untuk diam dan tidak usah berontak. Waktu dicari polisi saya pergi ke Madura dan mengajar ilmu agama di sana. Bukan berarti saya kabur,” kilahnya sembari menundukkan kepalanya.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin didampingi Kanit Pidum Ipda Moh Dawud menjelaskan, tindakan pelecehan seksual itu dilakukan pelaku pada tengah malam saat situasi ponpes sepi. “Pelaku ini sudah 7 tahun mengajar di ponpes. Dari empat korban tersebut satu diantaranya telah disetubuhi oleh pelaku,” katanya, Senin (12/3/2018).

Karena terbukti melakukan perbuatan asusila, maka pelaku akan dijerat pasal 81 dan 82 UU no. 35 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Suparmin, pelaku sempat kabur sesudah mengetahui pihak keluarga korban melaporkan kasus pelecehan seksual ini ke polisi.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku mendadak kabur dan terdeteksi berada di wilayah Madura. Setelah tersebut, persembunyian pelaku berpindah lokasi ke wilayah Driyorejo Gresik. Disitu pelaku kita temukan bersembunyi di sebuah musala,” tambahnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Gresik ini bercerita, dari hasil pemeriksaan pelaku diketahui telah mencabuli 4 anak di bawah umur yang dikenal sebagai santriwatinya sendiri. “Kejadiannya sejak Juni 2017 sampai awal Januari 2018,” paparnya. (dikutip dari faktualnews.co)

Loading...
Comments
Loading...