Guna Maksimalkan Potensi Produktivitas Jagung, Bupati Bojonegoro Hadiri FGD Ketahanan Pangan Nasional

91

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

JAKARTA (RAKYAT INDEPENDEN) – Pentingnya jagung sebagai bahan pakan ternak dan sumber kebutuhan penunjang dan merupakan komoditas pertanian yang memiliki perhatian sangat besar sehingga mendapat perhatian khusus dari Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah.

Hal itu, terlihat dengan hadirnya Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan Nasioanl yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), yang digelar di Menara Kadin Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Pemanfaatan Jagung Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Hewani” itu, mnghadirkan beberapa narasumber, yakni, Mayjen TNI DR. Bachtiar S.IP. A.AP selaku Direktur Pengadaan Perum Bulog; Robert selaku Ketua Perkumpulan Petani Jagung, Ir. Syukur Iwantoro, M.S MBA; Sekjen Kementrian Pertanian RI, Rudyan Kopot; Ketua Komite Tetap Perkebunan, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad; Ketua Dewan Jagung Indonesia, H. Suharyo Husen; Wakil Ketua Komite Tetap Pertahanan Pangan serta PT. Charoen Pokhpand Indonesia.

Hadir perwakilan dari Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi, dan juga beberapa  Kementrian dari Pertanian,  UMKM dan Koperasi,  Perindustrian, Perdagangan, serta Perguruan Tinggi, Pengusaha, Asosiasi Terkait, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) serta Kadin Indonesia.

Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, yang hadir dalam FDG ini, didampingi oleh beberapa OPD, yakni, Helmy Elisabeth Plt. Kadin Pertanian, Catur Rahayu Plt Dinas Peternakan, Elvia Nuraini Kabid budidaya dan pengembangan ternak, serta Ike Kabid di Bappeda Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah mengatakan, bahwa produksi jagung di tahun 2018 lalu, sudah menambah surplus hingga 236 ribu Ton. Bahkan wilayah Kabupaten ojonegoro itu,  masih memiliki potensi lahan yang belum tergarap yaitu sebanyak 140 hektar.

“Sektor pertanian juga tidak lepas dari sumber daya air. Untuk itu, Pemkab Bojonegoro telah melakukan percepatan pembangunan salah satunya dengan membangun bendung gerak sebagai sumber irigasi air,” tegas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (3/7/2019).

Guna Maksimalkan Potensi Produktivitas Jagung, Bupati Bojonegoro Hadiri FGD Ketahanan Pangan Nasional 1
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan Nasioanl yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), yang digelar di Menara Kadin Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Lanjut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – bahwa Kabupaten Bojonegoro saat ini memiliki 1500 kelompok petani dan Pemkab telah memfasilitasi petani dengan Kartu Petani Mandiri (KPM) dan Asuransi Usaha Tanaman Pertanian (AUTP).

“Guna mensukseskan program di bidang pertanian itu, Pemkab Bojonegoro bakal mendukungnya dengan pembangunan percepatan infrastruktur,” ungkap Bu Anna.

Wakil Ketua Komite Tetap Pertahanan Pangan H. Suharyo Husen menyampaikan bahwa permasalahan pertahanan pangan di Indonesia ini, masih membutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh, baik dari pemerintah maupun swasta.

“Perhatian itu, terutama adalah akses penduduk yang masih minim dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, baik produksi protein maupun hewani,” katanya menegaskan.

Sementera itu, Ketua Dewan Jagung Indonesia Prof Dr. Ir Fadel Muhammad juga menambahkan bahwa produktivitas jagung yang makin melimpah nantinya harus dibarengi dengan upaya pengelolaan yang kompleks.

“Kita bisa memaksimalkan produksi benih dan pupuk yang berkualitas agar produksi jagung bisa maksimal, tidak turun,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Gorontalo itu, serius.

Masih menurut Fadel Muhammad, bahwa melalui FGD ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada pemerintah, agar dapat menyusun strategi guna memaksimalkan produktivitas jagung sebagai salah satu penunjang ketahanan pangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Lanjutnya, bahwa FGD ini juga sebagai diskusi antar pelaku industri, forum petani serta pemerintah untuk mengetahui program – program apa saja sudah dan yang akan dilakukan untuk mendukung produktivitas jagung.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More