GOW Bojonegoro Latih Anggotanya Dengan Ketrampilan Teknik Ecoprint

25

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro memperkenalkan sekaligus memberikan pelatihan teknik ecoprint bagi anggotanya. Acara berlangsung, Sabtu (10/8/2019), di Gedung PKK Kabupaten Bojonegoro, yang berada di Lingkup Pemkab Bojonegoro di Jalan P Mas Tumapel Nomor 1 Bojonegoro, Jawa timur.

Ecoprint adalah sebuah teknik membuat pola dan memberi warna pada sebuah kain menggunakan bahan alami. Bahan-bahannya bisa berasal dari bunga, daun batang dan bagian tumbuhan lainnya.

Ketua GOW Bojonegoro Leli Tinawati kepada para awak media mengungkapkan bahwa pengenalan dan pelatihan ecoprint itu sangat penting bagi anggota GOW Bojonegoro ini.

“Betapa epntingnya perkenalan sekaligus pelatihan ecoprint ini bagi anggota GOW, karena sebagian besar anggotanya adalah pelaku usaha dibidang fashion,” ungkap Leli Tinawati.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah foto bersama usai membuka pelatihan teknik ecoprint bagi anggotanya, yang berlangsung, Sabtu (10/8/2019), di Gedung PKK Kabupaten Bojonegoro, yang berada di Lingkup Pemkab Bojonegoro di Jalan P Mas Tumapel Nomor 1 Bojonegoro, Jawa timur.
Loading...

Masih menurut Leli Tinawati, pelatihan ini sangat diperlukan untuk mengasah ketrampilan dalam membuat pola dan pewrnaan pada kain dengan menggunakan bahan yang alami. Selain hemat dan efisien juga sangat ramah lingkungan tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dalam kata sambutanya mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung diadakan pelatihan seperti ini.

“Kegiatan seperti ini memang perlu diadakan. Sebaiknya pelatihan seperti ini, dilakukan secara sustainable, artinya bisa diteruskan ilmunya ke yang lain agar mereka bisa terampil dan kreatif dalam mengembangkan inovasinya,” kata Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, Sabtu (10/8/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – pihaknya berharap bahwa “Bojonegoro Produktif” itu bukan hanya sebagai jargon saja, tapi menjadi ciri dan karakter masyarakat Bojonegoro.

“Bojonegoro Produktif berarti masyarakatnya harus terampil dan kreatif. jika sudah seperti itu, nilai ekonomi masyarakat akan meningkat secara otomatis sehingga masyarakat akan makin sejahtera,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More